Boikot Terus Berlanjut, Buruh: Bukan untuk Menghancurkan Indomaret

Nasional | limapagi.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 12:05
Boikot Terus Berlanjut, Buruh: Bukan untuk Menghancurkan Indomaret

LIMAPAGI – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terus melanjutkan kampanye boikot Indomaret. Namun, hal ini pasalnya agar Indomaret dapat menjalankan etika-etika bisnis terhadap karyawannya.

Seperti diketahui, selain melakukan aksi boikot di depan kantor BEI, KSPI berencana melakukan aksi boikot di beberapa store Indomaret yang ada di Indonesia yang. Rencananya akan dilaksanakan pada 6 Juni 2021.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi tersebut tidak hanya melakukan aksi demonstrasi fisik. Dukungan aksi kampanye boikot Indomaret akan diperluas melalui jaringan media sosial.

“Sekali lagi bukan ingin menghancurkan Indomaret, meluruskan agar perusahaan ini mematuhi etika-etika dalam bisnis. Saya rasa itu akan ada aksi kawan-kawan dari FSPMI dan KSPI,” ujarnya saat melakukan konferensi pers secara daring, pada Jumat, 28 Mei 2021.

Lebih lanjut, Said Iqbal akan membawa permasalahan ini ke dalam sidang Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada Juni mendatang. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk, kekecewaan Said, atas sikap Indomaret yang dinilai melakukan norma-norma yang tidak sepatutnya dilakukan pada buruh.

“Saya akan kampanyekan ritel terbesar di Indonesia, sudah listing saham tapi dia mengabaikan hak-hak buruh. (Selain itu) mengkriminalisasi buruh, memenjarakan Anwar Bessy terancam, kemudian juga tidak mengikuti kaidah-kaidah aturan perburuhan di Indonesia., kita akan kampanye itu di internasional,” pungkas dia.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memberikan dukungan untuk Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI). Di mana, mengkampanyekan boikot Indomaret.

Sebagai tindak lanjut dari kampanye boikot tersebut, Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan, pihaknya akan melakukan aksi demonstrasi di depan Bursa Efek Indonesia (BEI). Di mana, berada di kawasan Sudirman Jakarta, pada Juni 2021 mendatang.

“Baru yang ke empat kami akan mulai mempertimbangkan aksi di depan BEI di Jakarta, karena indomaret grup ini adalah Tbk. Harus dibuka, apa yang terjadi di Indomaret, kenapa PHK, kenapa pidana harus menjadi modus pilihan. Demonstrasi di depan kantor-kantor Bursa Efek Indonesia,” kata Said Iqbal.

Artikel Asli