Industri Transportasi Darat Masih Jauh dari Normal, Organda Beberkan Buktinya

Nasional | limapagi.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 12:11
Industri Transportasi Darat Masih Jauh dari Normal, Organda Beberkan Buktinya

LIMAPAGI – Organisasi Angkutan Darat atau Organda memperkirakan tahun 2021 perkembangan industri transportasi darat belum bisa berjalan dengan normal seperti sebelum merebaknya pandemi Covid-19. Kendati demikian, perkiraan terjadi peningkatan berbanding dengan awal mula merebaknya wabah pada periode Maret hingga Mei 2020.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda Ateng Aryono menjelaskan, kondisi tersebut karena pemerintah masih membatasi pergerakan manusia antardaerah. Hari libur panjang dan hari raya pun saat ini masih belum dapat mengerek okupansi penumpang.

“Bisnis berjalan normal masih jauh lah dari itu, tapi sekali lagi bahwa setiap kami menghadapi demand yang menurun maka istilahnya harus survival (bertahan hidup) lah,” kata Ateng kepada Limpagi.com, Jumat 28 Mei 2021.

Menurut dia, kondisi industri transportasi darat saat ini kian memprihatinkan lantaran rendahnya okupansi bus. Arus keuangan yang mulai membuat pengusaha terpaksa hanya bisa membayar bunga cicilan bank, sedangkan pokoknya harus ditunda.

Terlebih lagi, pengetatan pergerakan orang diperkirakan masih akan berlanjut hingga pandemi berhasil ditangani. Okupansi yang sebelumnya dapat mencapai 30 persen saat ini menurun drastis bahkan hingga mendekati nol.

“Dengan (okupansi) 30 persen itu kami harus benar-benar mengetatkan ikat pinggang supaya kewajiban bisa terselesaikan, contoh kalau punya pinjaman ke bank hanya bisa bayar bunga sedangkan pokoknya tidak terbayarkan,” kata dia.

Lebih lanjut, Ateng meminta kepada pemerintah untuk lebih melonggarkan kebijakan pergerakan orang antardaerah. Untuk mecegah potensi penularan Covid-19, Organda pun mengusulkan agar pemerintah memberikan fasilitas berupa pemeriksaan GeNose kepada setiap penumpang dan awak bus.

“Kalau misalkan pemerintah bisa mewajibkan seluruh pergerakan itu dengan GeNose kan lebih murah dan bisa gratis. Sudah pasti pergerakannya akan lebih terjamin, artinya mungkin jaminannnya tingkat kesalahan 5 persen terlalu banyak jadi bisa menjamin,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kinerja sektor transportasi terus membaik sejak pandemi Covid-19 setahun silam.

“Tahun kemarin, di sektor transportasi kontraksinya paling dalam. Oleh karenanya yang kita lakukan sekarang ini mengajak insan transportasi untuk improve. Di tahun 2021 ini sudah membaik,” kata Menhub Budi Karya mengutip Antaranews, Kamis, 27 Mei 2021.

Menhub Budi Karya mengatakan pemerintah terus memperketat protokol kesehatan pada bisnis transportasi guna menahan laju penyebaran Covid-19, sekaligus menjaga agar roda perekonomian tetap berjalan.

Ia mengatakan, Kemenhub menjaga kinerja ekonomi dengan mendorong sektor transportasi untuk mulai bergerak secara produktif.

Artikel Asli