Perajin Tahu-Tempe Mogok Produksi, Emak-emak di Kota Bandung Mengeluh

Nasional | limapagi.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 12:30
Perajin Tahu-Tempe Mogok Produksi, Emak-emak di Kota Bandung Mengeluh

LIMAPAGI – Kaum ibu mengeluhkan aksi mogok para perajin tahu dan tempe di Kota Bandung, Jawa Barat. Sebab, aksi mogok berimbas pada hilangnya produk olahan dari kacang kedelai di sejumlah pasar tradisional.

Salah satu yang mengeluhkan hilangnya tahu dan tempe di pasar adalah Nur Lela. Wanita 40 tahun itu terpaksa harus mengganti menu karena tak ada tahu dan tempe di Pasar Cicaheum.

“Saya ke pasar mau beli tahu tapi ternyata enggak ada, jadinya pilih telur untuk menu hari ini,” ucap Nur Lela kepada Limapagi di Pasar Cicaheum, Kota Bandung, Jumat, 28 Mei 2021.

Menurut dia tahu dan tempe merupakan produk yang murah ketimbang produk olahan lain. Karena gampang diolah, dia bisa memasak kedua produk tersebut sampai tiga kali dalam sepekan.

Maka dari itu, ia berharap tak ada aksi mogok perajin tahu dan tempe.

“Ya, padahal enggak usah mogok meskipun harga kedelai mahal. Lebih baik dikecilkan saja ukurannya,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Martini yang berencana memasak tempe orek untuk keluarganya. Ibu 37 tahun pun mengganti tempe dengan ikan.

“Kirain enggak beneran mogok, meskipun kemarin sudah dapat informasi ada aksi mogok ini. Jadinya saya ganti menu beli ikan saja meskipun lebih mahal,” ujar dia.

Berdasarkan pantauan Limapagi, aksi mogok perajin tahu dan tempe berdampak pada penutupan lapak dan kios di sejumlah pasar, di antaranya Pasar Cicaheum dan Pasar Cihaurgeulis.

Menurut pedagang kelapa di Pasar Cicaheum, Juju, pedagang tahu dan tempe memang tidak berjualan sampai Minggu, 30 Mei 2021.

“Iya, enggak pada jualan (pedagang tahu dan tempe). Katanya sampai Minggu,” ujar Juju.

Para perajin tahu dan tempe di Kota Bandung melakukan aksi mogok memproduksi tahu dan tempe mulai dari 28 sampai 30 Mei 2021. Hal tersebut imbas dari kenaikan harga kedelai Rp9.800 menjadi Rp10.500 per kilogram.

Artikel Asli