Bagaimana Peta Capres Setelah Ada Konflik Puan Vs Ganjar?

Nasional | sindonews | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 12:53
Bagaimana Peta Capres Setelah Ada Konflik Puan Vs Ganjar?

JAKARTA - Dugaan adanya persaingan di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) antara Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani untuk Pilpres 2024 menyita perhatian banyak pihak. Adapun Ganjar Pranowo yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah maupun Puan Maharani yang kini menjabat Ketua DPR RI acapkali masuk survei kandidat potensial Pilpres 2024 di berbagai lembaga survei.

Lalu, bagaimana peta Capres setelah adanya dugaan konflik antara Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani ini?

"Kalau peta Capres sebenarnya akan meriah karena berarti Ganjar bisa ditebak nanti survei-survei elektabilitas bulan-bulan berikutnya dia akan naik dengan cerita dizalimi ini," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Jumat (28/5/2021).

Kemudian, kata Kunto, dari internal PDIP akan muncul lagi beberapa nama selain Puan Maharani dan Ganjar Pranowo itu. "Mungkin dari Trah Soekarno lagi muncul Mas Nanan misalnya Prananda Prabowo atau siapapun, atau Mba Puti bahkan dan ini akan menarik kalau dilihat dari peta Capres dari internal PDIP sendiri," jelasnya.

Dia pun mengingatkan bahwa elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun baru meningkat pada sekitar tahun 2013 atau setahun menjelang Pilpres 2014.

"Ya kita lihat aja nanti tahun 2023 bagaimana peta Capresnya dan kalau dari sekarang sih kayaknya masih lama, bahkan kalau kita merujuk kembali ke Pak Jokowi tahun 2011 Pak Jokowi belum ada elektabilitas sama sekali kan, masih di Solo, masih cerita Esemka itu kalau enggak salah," tuturnya.

Saat itu, kata dia, Presiden Jokowi sedang persiapan maju ke Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. "Dan belum ke presiden, nah cerita Pak Ganjar ini kan agak lebih cepat nih prosesnya. Saya enggak tahu apakah Pak Ganjar bisa mempertahankan momentum dan ritmenya ini sampai 2023 atau 2024 atau justru sudah gembos duluan di awal," pungkasnya.

Artikel Asli