KPK Telusuri Aliran Uang Mantan Wali Kota Cimahi Ajay ke Penyidik

Nasional | inewsid | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 12:52
KPK Telusuri Aliran Uang Mantan Wali Kota Cimahi Ajay ke Penyidik

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik aliran uang dari Mantan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad kepada pihak-pihak atas nama penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP). Aliran uang tersebut terkait kasus suap penanganan perkara wali kota Tanjung Balai Tahun 2020-2021.

Selain Ajay, tim penyidik menelisik hal tersebut kepada lima orang lainnya yakni Ajudan Ajay, Iwan Nugraha, Supir Ajay Evodia Dimas.

"Seluruh saksi tersebut didalami pengetahuannya, antara lain terkait dugaan adanya pemberian sejumlah uang oleh Ajay M. Priatna kepada pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan tersangka SRP," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (28/5/2021).

Untuk Ajay, Radian dan Saeful diperiksa pada Kamis (28/5) bertempat di Lapas Sukamiskin Bandung. Sedangkan tiga saksi lainnya diperiksa di kantor Pemkot Cimahi.

Selain itu, KPK juga meminta dua saksi lainnya untuk bersikap kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan ulang. Keduanya yakni Usman Efendi dan Yayan Heryanto dari pihak swasta.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP), wali kota Tanjung Balai periode 2016-2021 M Syahrial (MS), dan seorang pengacara bernama Maskur Husain (MH).

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menjadi aktor dibalik pertemuan antara oknum penyidik KPK bernama Stepanus Robin Pattuju (SRP) dengan wali kota Tanjung Balai periode 2016-2021 M Syahrial (MS).

Hal tersebut terungkap dalam konstruksi perkara terkait dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

"Pada Oktober 2020, SRP melakukan pertemuan dengan MS di rumah dinas AZ (Aziz Syamsudin) Wakil Ketua DPR RI di Jakarta Selatan," ujar Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Artikel Asli