Melonjak 51 Kasus Covid-19, Wacana Evakuasi Massal ke Shelter

Nasional | radarjogja | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 11:51
Melonjak 51 Kasus Covid-19, Wacana Evakuasi Massal ke Shelter

RADAR JOGJA – Hasil tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) sebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terhadap 79 warga atau kontak erat di Dusun Nglempong, Umbulmartani Kapanewon Ngemplak bertambah 39 kasus. Sehingga total kasus di kampung tersebut kini menjadi 51 kasus.

Kepala UPT Puskesmas Ngemplak I Seruni Anggraini Susila menuturkan ke-39 warga saat ini masih berada di kediamannya masing-masing. Berdasarkan pemantauan medis, para warga memiliki gejala beragam. Namun mayoritas adalah positif Covid-19 asimptomatik atau tanpa gejala.

“Benar ada penambahan 39 kasus, 35 dari Nglempong lalu 4 kasus dari dusun lain. Keempat warga ini sempat berkunjung dan kontak erat dengan kasus awal. Sebagian besar OTG tapi ada beberapa gejala ringan anosmia,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (28/5).

Jajarannya tengah membahas hasil temuan ini dengan BPBD Sleman. Guna menentukan tindakan medis selanjutnya. Salah satunya kemungkinan evakuasi ke shelter perawatan pasien Covid-19.

“Rencana akan kami evakuasi ke shelter, hasil koordinasi pagi ini bersama Satgas Covid-19 dusun. Ini sedang dibookingkan apakah bisa sore ini. Masih menunggu semua pihak terkait,” katanya.

Seruni menjabarkan tidak semua warga dievakuasi ke shelter Covid-19. Tindakan ini hanya menyasar warga yang rumah tinggalnya tak kondusif untuk isolasi mandiri. Tujuannya agar tindakan medis terhadap pasien Covid-19 berlangsung efektif.

Warga, lanjutnya, juga ada yang bertahan di rumah. Mereka menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing. Pertimbangannya adalah mengasuh keluarga usia bayi dan lanjut usia.

“Ada yang isolasi mandiri karena punya balita dan lansia yang tidak bisa ditinggal, kebetulan OTG semua,” ujarnya.

Terlacaknya kasus ini berawal dari munculnya 12 kasus selepas 24 Mei. Hasil penelusuran gejala awal muncul pada 17 dan 18 Mei. Lalu kasus awal muncul dari 19 hingga 21 Mei.

Puskemas Ngemplak I akhirnya melaksanakan screening massal. Menyasar 272 warga di Dusun Nglempong. Khususnya para kontak erat ke-12 kasus awal. Dari total tersebut sebanyak 79 warga menjalani swab PCR.

“Dari total 79 warga itu ada sekitar 37 warga yang hasil rapid antibodinya reaktif. Lalu kami swab PCR hari itu juga. Untuk saat ini kampung masih lockdown mikro,” katanya.( dwi/sky)

Artikel Asli