Relawan Jokowi Sanjung Ganjar, Eh `Dikepret` Pakai Data Pemilih Survei

Nasional | wartaekonomi | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 12:04
Relawan Jokowi Sanjung Ganjar, Eh `Dikepret` Pakai Data Pemilih Survei

Dinamika internal PDI Perjuangan (PDIP) menuju Pilpres 2O24 tengah disorot karena teguran keras ke Ganjar Pranowo. Gubernur Jawa Tengah itu ditegur elite PDIP karena dicap berambisi nyapres tapi tak sesuai aturan partai.

Demikian dibahas dalam Dua Sisi tvOne dengan tema 'Seteru Puan-Ganjar: Siapa Pilihan Mega?' . Adu argumen sempat terjadi antara Ketua Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer dengan pengamat politik senior M. Qadari.

Noel, sapaan akrab Ebenezer mengapresiasi kinerja Ganjar sehingga moncer di survei. Ia menyampaikan istilah vox populi, vox dei yaitu suara rakyat adalah suara Tuhan. Bagi dia, suara rakyat mayoritas termasuk pendukung Jokowi mengarah ke Ganjar.

"Hari ini kita melihat suara rakyat mayoritas apalagi pendukung Jokowi mengarah ke Pak Ganjar. Karena kemarin beberapa kali pertemuan, dengan kawan-kawan," ujar Noel dikutip VIVA pada Jumat, 28 Mei 2021.

Mendengar penjelasan Noel, Qadari langsung memotongnya. Penjelasan Noel pun terhenti.

Qadari bilang dalam survei itu bukan pemilih Jokowi, melainkan pemilih yang berada di Jawa Tengah.

"Saya koreksi, bukan pemilih Jokowi. Tetapi, pemilih di Jawa Tengah. Dan, begini pada titik itu, ini berbahaya. Karena di Jawa Tengah itu yang kuat adalah partai, bukan individu," sebut Qadari.

Noel pun merespons pernyataan Qadari. Ia mengatakan jangan Jawa Tengah jadi parameter dalam survei. Sebab, capres itu menyangkut kepemimpinan seluruh rakyat di Republik Indonesia.

" Gini, gini. Jangan parameternya Jawa Tengah. Karena adalah persoalan kepemimpinan ini berkaitan dengan seluruh bangsa dan rakyat ada di republik ini. Kalau ukuran Jawa Tengah itu parameternya bekerja yang sudah dilakukan oleh Ganjar," jelas Noel.

Qadari pun menjelaskan terkait hasil survei capres. Menurut dia, data pemilih survei capres itu biasanya berasal dari Jawa Tengah.

"Jadi begini, ketika berbicara hasil survei dan calon presiden sesungguhnya survei yang muncul ini itu kebanyakan dari suara pemilih di Jawa Tengah, begitu," tutur Qadari.

Dengan faktor data pemilih itu, menurut Qadari, tentu Ganjar diuntungkan. "Dan, mas Ganjar memang diuntungkan karena beliau Gubernur Jawa Tengah. Bukan bicara keseluruhan di Indonesia," ujar Qadari.

Mendengar penjelasan Qadari, Noel mengangguk dan menjawab singkat. "Ya," tuturnya.

"Itu problemnya," kata Qadari.

Meski demikian, Noel masih optimis walau Ganjar dijegal di internal PDIP. Ia yakin Megawati akan bersikap sebagai pemimpin partai yang kuat dalam kebijakan-kebijakan berbasis pro rakyat.

Terkait sikap PDIP yang dianggap last minutes dalam usung calon, Noel menyampaikan responsnya. Menurut dia, elektabilitas Ganjar sudah seperti kehendak rakyat yang tak bisa dibendung.

"Hari ini saya nggak kenal dengan Pak Ganjar. Banyak kawan-kawan saya tanya di luar Jawa, bagaimana kawan-kawan? (Mereka jawab) Pak Ganjar mas. Pak Ganjar, bang Noel," tutur Noel.

Menuju Pilpres 2024, diketahui Ganjar menjadi salah satu tokoh yang digadang-gadang layak maju sebagai bakal capres. Elektabilitas eks Anggota DPR itu dalam sejumlah survei kerap masuk tiga besar.

Dengan elektabilitas moncer, Ganjar dinilai elite PDIP bermuver dengan aktivitasnya di media sosial. Teguran elite PDIP itu disampaikan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang ‘Pacul’ Wuryanto. Begitu pun Puan Maharani juga ikut menyindir Ganjar dengan satire bahwa pemimpin itu harus di lapangan, bukan di sosial media.

Artikel Asli