Bangkitkan Kesadaran Potensi Rawan Bencana

Nasional | radarjogja | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 12:00
Bangkitkan Kesadaran Potensi Rawan Bencana

RADAR JOGJA – Tugu Prasasti Episentrum Gempa Bumi Bantul 2006 menjadi tempat berkumpul masyarakat untuk merefleksikan 15 tahun gempa 5,9 skala Richter yang menelan 6.234 korban jiwa. Dari lokasi ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan potensi rawan bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto menuturkan, kesadaran masyarakat harus bangkit. Mengingat bahwa masyarakat hidup di wilayah yang rawan bencana.

“Kapan saja bisa terjadi lagi ancaman bencana yang lain,”  ujarnya dalam sambutan acara yang digelar di Padukuhan Protobayan, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Bantul, kemarin (27/5).

Dwi berharap masyarakat terus teredukasi, melalui acara bertema “Merawat Ingatan Masyarakat dalam Mewujudkan Bantul Tangguh Bencana” ini. Bencana merupakan hal yang berulang. Kejadian gempa 2006 pun dapat menjadi titik balik yang mengingatkan bahwa Bantul rawan bencana.

“Tujuannya untuk mengenang dan mendoakan korban. Di samping itu kami ingin memahamkan kembali ancaman bencana di Bantul dan membudayakan sadar bencana kepada seluruh lapisan warga masyarakat,” paparnya.

Titik episentrum gempa Bantul yang menjadi lokasi acara pun dirasa pantas menjadi lokasi edukasi kebencanaan. Agar masyarakat lebih mengenal mitigasi bencana. “Sebelum tahun 2006, Bantul sudah mengalami gempa, tapi tidak diperingati sehingga tidak menjadi sebuah pembelajaran,” sebutnya.

Selain itu, memperkenalkan kearifan lokal warga Bumi Projotamansari dalam percepatan pemulihan bencana. Melalui semboyan 5G, yaitu guyub rukun, golong gilig, gotong royong, greget semangat, dan gumregah gumregut. “Kegiatan refleksi gempa Bantul tidak hanya mengingatkan dahsyatnya bencana, tapi juga kearifan lokal yang menjadi kekuatan besar dalam membentuk ketangguhan masyarakat Bantul,” tegasnya.

Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo pun mengapresiasi acara refleksi 15 tahun gempa Bantul. Momentum ini menjadi sebagai renungan. Tapi tidak untuk larut dari kesedihan. Melainkan menjadi momentum untuk bangkit dan waspada terhadap bencana.

Joko menyambut baik rencana pembangunan wisata edukasi di titik episentrum gempa. Sebab itu dapat dipergunakan sebagai sarana edukasi terkait dengan kebencanaan terutama gempa.

“Pemkab Bantul sangat menyambut dengan baik dan mendukung program itu. Tempat ini juga kami harapkan bisa menjadi destinasi wisata baru yang bisa menambah kesejahteraan Protobayan dan sekitarnya,” ucapnya. (fat/laz)

Artikel Asli