Indonesia-Swedia Bakal Kerjasama soal Kapal Perang, Ada Apa?

Nasional | limapagi.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 11:25
Indonesia-Swedia Bakal Kerjasama soal Kapal Perang, Ada Apa?

LIMAPAGI Perusahaan galangan kapal Indonesia PT PAL menandatangani perjanjian kerja sama pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan kapal perang dengan produsen alat pertahanan Swedia, BAE Systems BOFORS AB.

Adapun cakupan kerjasamanya adalah dalam bidang pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan kapal.

Implementasi kerja sama itu memberikan kemudahan akses bagi perbaikan dan perawatan kapal perang dan kapal patroli Indonesia yang menggunakan teknologi BOFORS. Nantinya, pemeliharaan itu tak perlu lagi dilakukan di Swedia, melainkan dapat dilakukan oleh PT PAL Indonesia.

“Ini berpotensi merintis kemajuan di bidang kerja sama pertahanan Indonesia dan Swedia,” kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Kamapradipta Isnomo, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat, 28 Mei 2021.

Lebih lanjut, kerja sama kedua perusahaan juga mengandung unsur transfer teknologi dan transfer pengetahuan. Para ahli dan insinyur BOFORS dan PT PAL, kata Dubes Kamapradipta, akan bekerja sama dalam bidang pemeliharaan dan perbaikan kapal.

BAE Systems BOFORS AB yang berlokasi di kota Karlskoga merupakan perusahaan alutsista Swedia yang sahamnya dimiliki oleh perusahaan alutsista multinasional BAE Systems.

Perusahaan alutsista multinasional BAE Systems sendiri merupakan salah satu perusahaan persenjataan terbesar di dunia, yang sahamnya dimiliki oleh Inggris dan Amerika Serikat.

Inisiasi perjanjian diawali dari niat BOFORS AB pada akhir 2020 untuk memiliki perjanjian kerja sama tim dengan PT PAL.

Perjanjian itu akan menguntungkan pihak Indonesia, terutama dengan diberikannya kepercayaan oleh salah satu perusahaan persenjataan terbesar di dunia untuk melaksanakan kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan di dalam negeri.

Kerja sama Indonesia dan BOFORS telah berlangsung sejak 1959 melalui penandatanganan kontrak pembelian senjata. Dalam kurun waktu 1970-1990, perusahaan itu telah melakukan pengadaan kurang lebih 80 sistem senjata untuk Indonesia.

Pada 2019, BOFORS memulai kontrak baru bekerja sama dengan PT. PAL untuk KRI kelas KCR-60 untuk jenis senjata 57Mk3.

Dubes Kamapradipta menekankan, KBRI Stockholm siap melakukan penjajakan dan fasilitasi kerja sama antara industri pertahanan Indonesia dan Swedia, baik laut, darat dan udara.

“Hal ini sangat dimungkinkan mengingat RI dan Swedia memiliki Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang telah diratifikasi oleh parlemen kedua negara,” tandasnya.

Artikel Asli