Perlonggar Lokcdown Klater Sangon

Nasional | radarjogja | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 11:45
Perlonggar Lokcdown Klater Sangon

RADAR JOGJA – Kabar baik datang dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo. Sebanyak 122 orang dari klaster Sangon, dinyatakan sembuh. Kini, hanya tinggal delapan orang yang masih menunggu selesai isolasi.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan kedelapan orang yang masih menjalani isolasi tersebut tersebar di empat padukuhan. Yakni Padukuhan Sangon 1, sebanyak empat orang dan Kadigunung dua orang. Serta Padukuhan Tlogolelo dan Sangon 2 masing-masing satu orang. “Dari delapan orang ini, empat orang itu bergejala dan empat lainnya memang belum selesai melewati masa isolasi,” terangnya, kemarin (27/5).

Baning melanjutkan, hingga saat ini belum ada penambahan kasus dari klaster tersebut. Antrian tes swab dari kontak erat di klaster tersebut juga dinyatakan telah selesai.

Dia berharap agar tidak ada lagi penambahan kasus konfirmasi positif dari klaster Sangon. Sehingga harapannya, kasus penularan yang mengakibatkan 130 orang terkonfirmasi positif Covid-19 itu dinyatakan selesai.

Terkait dengan pengetatan atau lockdown yang sebelumnya diterapkan di wilayah penularan klaster Sangon, dia menyatakan bahwa gugus tugas kini mulai melonggarkan aturan tersebut. ”Seiring dengan tingginya capaian kasus sembuh,” terangnya.

Namun demikian, dia mengimbau kepada masyarakat supaya tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sehingga, harapannya kasus serupa tidak terjadi kembali di wilayah Kulonprogo.

“Setelah selesai klaster ini, tentu akan kami berikan edukasi kepada masyarakat bahwa protokol kesehatan adalah harga mati untuk mencegah penularan Covid-19,” tegas Baning.

Diketahui sebelumnya, klaster Sangon sendiri terjadi karena kurangnya penerapan protokol kesehatan. Diduga masyarakat saat itu tidak tertib dalam penggunaan masker dan jaga jarak saat menggelar suatu kegiatan.

Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana mengimbau kepada masyarakat agar selalu melakukan upaya pencegahan virus Covid-19. Diantaranya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan mengurangi kegiatan yang mengumpulkan massa dengan jumlah banyak. “Masyarakat harus patuh pada aturan agar Covid-19 bisa ditekan,” ujarnya. (inu/bah)

Artikel Asli