Pengakuan Eks Pilot Israel Ajak Teman-Temannya untuk Tak Serang Gaza: Militer Kami Teroris

Nasional | jatimtimes.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 10:06
Pengakuan Eks Pilot Israel Ajak Teman-Temannya untuk Tak Serang Gaza: Militer Kami Teroris

INDONESIATIMES - Serangan Israel terhadap Palestina memang telah mencuri perhatian seluruh penjuru dunia. Namun di balik konflik panas ini muncul sebuah fakta yang cukup mengejutkan.

Salah satunya yakni pengakuan seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel, Yonatan Shapira, yang menyebut angkatan bersenjata negara itu sebagai kelompok teroris yang dijalankan oleh penjahat perang. Shapira menyampaikan pernyataan tersebut melalui wawancara dengan kantor berita Turki, Anadolu Agency, yang dikutip Middle East Monitor.

"Saya menyadari selama masa Intifada Kedua ternyata Angkatan Udara Israel dan militer melakukan kejahatan perang, meneror jutaan penduduk Palestina. Begitu saya menyadari, saya memutuskan bukan cuma keluar dari kesatuan tetapi juga membujuk pilot lainnya yang juga menolak melakukan kejahatan itu," ujar Shapira.

Shapira yang diketahui menyandang pangkat terakhir kapten memutuskan untuk keluar dari AU Israel pada 2003 silam. Saat itu sedang berkecamuk gerakan perlawanan Intifada Kedua.

"Sebagai anak-anak di Israel, saya dibesarkan dengan pemahaman dan pendidikan Zionis yang militeristik. Kita sama sekali tidak pernah tahu soal Palestina, kita tidak tahu soal Tragedi (Nakba) 1948, kita tidak tahu soal penindasan yang terjadi," lanjut Shapira.

Setelah hengkang dari AU Israel, Shapira semakin gencar mengajak teman-temannya yang sesama pilot atau perwira untuk menolak perintah atasan yang menyuruh menyerang penduduk Palestina. Sejak 2003 sampai saat ini tercatat terdapat 27 pilot AU Israel yang keluar mengikuti langkah Shapira.

Peperangan antara Israel dan Hamas kembali terjadi pada 10 Mei, beberapa hari sebelum hari Raya Idul Fitri. Alasan Hamas menggelar serangan roket yakni membalas sikap aparat keamanan Israel yang menghalangi dan menyerang warga Palestina yang tengah beribadah di kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem.

Selain itu, mereka juga membalas sikap pemukim ilegal Israel yang akan mengusir para penduduk Palestina yang menetap di kawasan Sheikh Jarrah, sebelah timur Yerusalem. Sementara Israel menyatakan membalas serangan Hamas dan berupaya melindungi penduduknya dari aksi teroris.

Diketahui, hingga saat ini tercatat ada 212 penduduk Jalur Gaza, Palestina, meninggal akibat serangan Israel. Dari jumlah korban meninggal itu, 61 orang adalah anak-anak dan 36 orang merupakan perempuan.

Terdapat pula korban luka-luka saat ini mencapai lebih dari 1.400 orang. Sedangkan korban jiwa di pihak Israel dalam peristiwa saling serang dengan Hamas mencapai 10 orang. Di antaranya adalah seorang perawat asal India, seorang anak berusia 5 tahun dan seorang tentara.

Artikel Asli