Polri: Jumlah Pemudik Turun hingga 60 Persen karena Adanya Penyekatan

Nasional | limapagi.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 09:54
Polri: Jumlah Pemudik Turun hingga 60 Persen karena Adanya Penyekatan

LIMAPAGI – Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudy Antariksawan mengatakan, pemberlakuan penyekatan di 381 titik yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga Pulau Jawa terbukti mampu menurunkan jumlah pemudik hingga 60 persen.

“Langkah adanya penyekatan ini mampu menurunkan jumlah pemudik sebesar 50 sampai 60 persen. Perlu diketahui, Polri melakukan penyekatan dengan humanis namun tegas dengan memutarbalikan kendaraan ke daerah asal,” kata Rudy melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 28 Mei 2021.

Rudy menjelaskan, meskipun banyak pemudik yang nekat menerobos pos penyekatan untuk sampai ke kampung halaman, namun petugas berhasil memutarbalikan ratusan ribu kendaraaan disejumlah pos penyekatan.

“Setidaknya ada 408.956 kendaraan yang kita kembalikan atau putarbalikan. Yang paling banyak ini memang 234 ribu kendaraan sepeda motor, kemudian 142.500 roda empat dan 835 travel gelap,” ujarnya.

Tak hanya itu, dia pun mengungkapkan berbagai cara masyarakat agar bisa lolos menuju kampung halamannya. “Banyak temuan di lapangan, pemudik ada yang menggunakan truk, kendaraan towing (derek) dan modus lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan adanya pemudik sepeda motor yang menjebol pos penyekatan di wilayah Bekasi, Rudy memastikan mereka tidak lolos di posko selanjutnya.

“Jadi mereka itu bukan lolos, itu kan pos penyekatan kita sangat banyak. Mulai dari Kedung Waringin Bekasi, Karawang, hingga Indramayu. Dengan volume sepeda motor yang sangat banyak sebagian kami biarkan, karena di (pos) berikutnya mereka akan terhadang,” jelasnya.

Kendati begitu, Rudy mengakui ada segelintir pemudik yang bisa lolos sampai ke kampung halamannya. Namun untuk mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah daerah telah menyiapkan pemeriksaan dan menyiapkan tempat karantina.

“Memang ada beberapa pemudik yang bisa lolos. Namun ini diantisipasi dengan kebijakan pemerintah daerah yang memberlakukan PPKM Mikro dengan memantau, mengawasi dan mengendalikan masyarakat yang datang dari wilayah lain untuk dikarantina,” tuturnya.

Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan lonjakan kasus penyebaran Covid-19. Salah satunya, melalui pemberlakukan peniadaan mudik pada 6-17 Mei 2021. Guna mendukung penerapan ini, Polri menyiapkan ratusan titik penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang hendak mudik.

Artikel Asli