Kemenkes Sebut Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta Kategori E, Pemprov Siap Evaluasi

Nasional | inewsid | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 10:16
Kemenkes Sebut Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta Kategori E, Pemprov Siap Evaluasi

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap untuk mengevaluasi penanganan Covid-19. Penanganan Covid-19 mendapat penilaian kategori E oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) berjanji akan berkoordinasi dengan jajaran terkait. "Semuanya nanti akan kami evaluasi," kata Ariza di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Dia mengaku belum mengetahui apa yang menjadi dasar pemerintah pusat memberikan nilai buruk terhadap penanganan Covid-19 di DKI.

"Nanti kami akan cek kembali apa yang menjadi dasarnya," tutur Ariza.

Meskipun begitu,  Ariza memastikan, telah bekerja maksimal dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang sudah melanda sejak tahun lalu.

"Prinsipnya kami terus meningkatkan fasilitas sarana prasarana, kemudian tenaga kesehatan juga kami tambah terus," ujarnya.

Sekadar informasi, Kemenkes memberi nilai E atau yang terburuk kepada Pemprov DKI Jakarta terkait kualitas pengendalian pandemi Covid-19 selama pekan epidemiologi ke-20, yakni 16-22 Mei 2021.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebutkan, penilaian kualitas pengendalian pandemi itu berdasarkan tingkat laju penularan dan kapasitas respons layanan kesehatan di setiap daerah.

"Ada beberapa daerah yang masuk ke kategori D, ada yang masuk kategori E seperti Jakarta, tetapi ada juga yang masih di C artinya tidak terlalu bed occupation rate dan pengendalian provinsinya masih baik," kata Dante, Kamis (27/5/2021).

Dante menyampaikan itu saat memberi keterangan dalam rapat kerja di Komisi IX DPR RI yang disiarkan secara virtual.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Dante menerangkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan kapasitas respons yang paling buruk jika dibandingkan dengan daerah lain.

"Atas rekomendasi tersebut, masih banyak yang dalam kondisi terkendali, kecuali DKI Jakarta ini kapasitasnya E, karena di DKI Jakarta bed occupation rate (keterisian)-nya sudah mulai meningkat dan kasus tracing-nya juga tidak terlalu baik," katanya.

Artikel Asli