Tempat Wisata di Lampung Timur Masih Tutup

Nasional | inilah.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 10:11
Tempat Wisata di Lampung Timur Masih Tutup

INILAHCOM,  Lampung Timur - Sekretaris Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pemkab Lampung Timur Mashur Sampurna Jaya menegaskan bahwa destinasi wisata di daerah setempat masih ditutup dan belum akan dibuka dalam waktu dekat ini kendati libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah sudah lewat.

"Belum dibuka, mengacu instruksi bupati tentang pembatasan kegiatan masyarakat, kalau status persebaran COVID-19 masih oranye, tempat wisata belum boleh dibuka," ujar Mashur.

Mashur menyatakan tempat wisata akan dibuka jika daerah berstatus zona kuning.

"Lampung Timur saat ini masih zona oranye," katanya.

Pengelola destinasi wisata bahari Pantai Kerang Mas, Midi saat dihubungi mengatakan Pantai Kerang Mas saat ini masih tutup.

Ia mengaku belum mengetahui pasti kapan objek wisata Pantai Kerang Mas dibuka kembali untuk wisatawan.

"Belum tahu kapan dibuka, kita menunggu instruksi bupati saja," jelasnya.

Midi mengatakan dampak dari tempat wisata tutup, pengelola dan karyawan Pantai Kerang Mas kehilangan pendapatannya.

Selama bulan Ramadhan 1442 H atau tahun 2021, semua objek wisata di Lampung Timur tutup total dan masih berlangsung sampai hari ini, termasuk Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang menutup area wisata konservasi tersebut menyusul pandemi COVID-19 sejak setahun lalu.

Humas Balai TNWK Sukatmoko belum lama ini mengatakan penutupan dilakukan sejak tahun lalu, dan masih berlangsung sampai dengan hari ini.

Menurutnya, alasan penutupan PLG karena khawatir menimbulkan kerumunan masyarakat sehingga dapat menimbulkan penularan virus corona atau COVID-19.

"Kalau dibuka, dikhawatirkan menimbulkan kerumunan dan bisa berpotensi penyebaran virus corona sehingga lebih baik kami tutup saja dulu, sampai nanti dibuka jika benar-benar sudah dinyatakan aman," ujar Sukatmoko.

Balai TNWK juga khawatir terjadi penularan virus terhadap satwa gajah jinak di PLG.

"Khawatirnya jika terjadi kerumunan, penularan kan tidak hanya kepada manusia tapi juga bisa kepada satwa gajah," jelasnya. [tar]

Artikel Asli