PM Khan Tekankan Pentingnya Solidaritas Umat Muslim

Nasional | republika | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 09:53
PM Khan Tekankan Pentingnya Solidaritas Umat Muslim

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD -- Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, menekankan pentingnya solidaritas Umat Muslim. Ia juga mengingatkan perlunya merangkul pendekatan kolektif untuk melindungi hak-hak Muslim, terutama mereka yang tinggal di bawah pendudukan asing.

Menurut pernyataan dari Kantor Perdana Menteri, PM Khan membuat pernyataan ini selama diskusi telepon dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah Al-Sisi. Di saat yang sama, dia memuji kepemimpinan Khan atas keterlibatannya dalam mengakhiri permusuhan di Palestina.

"Mengutuk keras agresi Israel terhadap warga Palestina yang tidak bersalah, terutama wanita dan anak-anak, dan penistaan Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan. Perdana Menteri menekankan pentingnya resolusi awal dan adil atas masalah Palestina," kata sebuah pernyataan dari PM Pakistan beberapa waktu lalu, dikutip di Pakistan Observer, Kamis (27/5).

Menurut pernyataan itu, Perdana Menteri Binyamin Netanyahu juga diminta menyerukan penarikan penuh tentara Israel dari Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem.

PM Khan meminta agar hak intrinsik rakyat Palestina, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan hak untuk kembali ke Palestina, dipulihkan.

Sebagai bagian dari solusi dua negara, ia juga menganjurkan pembentukan negara Palestina yang otonom, layak, serta bersebelahan dengan batas-batas pra-1967 dan Al-Quds Al-Sharif sebagai ibukotanya.

PM Khan menguraikan upaya yang dilakukan Pakistan baru-baru ini untuk meningkatkan suara rakyat Palestina dan menggarisbawahi dukungan Pakistan yang berkelanjutan, untuk penyelesaian yang adil bagi masalah Palestina.

Presiden Sisi lantas mengundang Imran Khan untuk mengunjungi Mesir. Di sisi lain, Perdana Menteri Khan mengundang Presiden Sisi untuk mengunjungi Pakistan lagi.

Hasil dari sambungan telepon tersebut, diputuskan kedua belah pihak akan menjaga laju interaksi agar lebih memperdalam hubungan politik dan ekonomi bilateral.

Artikel Asli