Geger Penemuan Mayat Perempuan di Emmy Saelan III Makassar

Nasional | rakyatku | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 09:01
Geger Penemuan Mayat Perempuan di Emmy Saelan III Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Warga Jalan Emmy Saelan III, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, digegerkan penemuan mayat perempuan di rumah kos Mahkota Lappo, Kamis malam (27/5/2021).

Diketahui identitas mayat perempuan tersebut bernama Andi Wildana Tungke (42), pekerjaan karyawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), alamat sesuai KTP Kompleks Gerhana Alauddin, Makassar.

Kanit Reksrim Polsek Rappocini, Iptu Nurman Mattasa, menjelaskan kronologi penemuan mayat tersebut setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Salah satunya Ernawati, ibu kos Mahkota Lappo.

"Sekitar pukul 08.00 Wita saksi bertemu dengan korban pada saat hendak berangkat kerja dan sempat menyapa korban. Sekitar pukul 01.00 Wita saksi melihat korban baru pulang dari tempat kerjanya dan semenjak masuk dalam kamarnya korban tidak pernah keluar kamar," kata Iptu Nurman, Jumat (28/5/2021).

Sementara itu, dari keterangan saksi, Nadia, yang merupakan kemenakan korban bahwa sekitar pukul 18.30 Wita dia bersama adiknya, Reski Dewa, datang ke kos tantenya untuk mencarinya karena mendapatkan informasi dari kantor korban bahwa korban tidak masuk kantor.

"Dan setelah tiba saksi menemukan kamar kos korban sementara terkunci dari dalam. Setelah memanggil korban berulang kali, namun tidak ada jawaban sehingga saksi menghubungi bapaknya (kakak korban)," ujar Iptu Nurman.

Lanjut Iptu Nurman mengatakan bahwa setelah mendapat telepon dari anaknya, Andi Rusyaidi, kakak korban langsung mendatangi kos tersebut.

"Setelah menerima telepon dari anaknya saksi langsung datang ke kamar kos korban dan meminta izin kepada ibu kos untuk membongkar pintu kamar korban. Karena setelah beberapa kali dipanggil korban tidak ada jawaban. Setelah dibongkar korban ditemukan sudah meninggal dunia, " kata Iptu Nurman.

Menurut Iptu Nurman, dari keterangan saksi juga diketahui bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit karena pada saat ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

"Berdasarkan keterangan saksi kakak kandung korban yang bernama Andi Rusaidi (53), korban memang mengidap penyakit kolestrol dan hipertensi dan sering mengeluh kecapean dan saat ditemukan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," tuturnya.

Artikel Asli