6 Tips Memberikan Pemahaman Anak soal Menstruasi

Nasional | limapagi.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 08:12
6 Tips Memberikan Pemahaman Anak soal Menstruasi

LIMAPAGI – Sebagai perempuan, menstruasi adalah hal yang pasti akan dialami. Normalnya, menarke atau menstruasi pertama terjadi pada anak yang berusia 10-14 tahun. Namun, pada beberapa kondisi, menstruasi juga bisa terjadi lebih awal yaitu pada usia 9 tahun.

Di usia tersebut, anak masih belum terlalu paham mengenai apa yang terjadi pada tubuhnya. Itulah mengapa, peran orang terdekat yakni orang tua memiliki tugas yang sangat penting. Khususnya ibu, harus bisa memberikan pemahaman kepada anak terkait menstruasi yang akan ia alami.

Berdasarkan data UNICEF, salah satu sumber yang dipercayai anak untuk membicarakan hal-hal pribadi seputar menstruasi adalah ibu, kedua baru saudara perempuan.

Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi. M.Si, Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, jika seorang ibu tidak membicarakan soal menstruasi kepada anak itu bisa menyebabkan emosi negatif (takut, cemas, malu, marah), ketidaksiapan dan kesalahpahaman tentang menstruasi.

Positifnya, membicarakan soal haid lebih awal akan memberikan efek kesehatan reproduksi remaja jadi lebih baik, menunda hubungan seksual pertama, mengurangi risiko masalah kesehatan mental terkait seksualitas, dan relasi ibu-anak yang semakin dekat.

Untuk membantu para ibu membicarakan menstruasi dengan sang anak, Anna Surti membagikan tipsnya dalam acara Webinar “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi”. Berikut ulasan selengkapnya.

1. Memiliki pemahaman yang tepat

Ibu adalah sumber informasi tentang menstruasi yang paling diharapkan oleh anak perempuan. Untuk itu, seorang ibu harus membekali diri dengan pemahaman yang tepat tentang menstruasi.

Ibu perlu paham mana yang mitos mana yang fakta. Seorang ibu juga perlu membekali diri dengan cara berkomunikasi tentang menstruasi.

2. Memahami bahwa bicara haid tidaklah tabu

Sebagian ibu menghindari pembicaraan menstruasi karena dianggap tabu. Padahal, pembicaraan tentang menstruasi sejak dini kepada anak penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksinya.

3. Lakukan berulang kali

Jangan berpikir topik menstruasi bisa dibicarakan dalam satu kali pertemuan saja. Topik menstruasi dapat dibicarakan sejak ada tanda-tanda awal pubertas atau sebelumnya. Sesuaikan pembicaraan sesuai dengan usia anak.

“Dibicarakan sejak tanda-tanda pubertas seperti ketika payudara mulai membesar atau ketika ada perubahan dalam bentuk fisik tubuh anak,” ucap Anna Surti.

4. Berpikir positif

Isu-isu pubertas termasuk menstruasi bisa menjadi topik yang sensitif buat remaja. Terkadang, ketika membicarakan hal tersebut, anak menjadi marah dan kesal. Untuk itu, seorang ibu harus tetap sabar dan berpikir positif.

Ibu dan anak
(The Med El) Ibu dan anak menjelaskan menstruasi

5. Banyak bertanya dan berdiskusi

Soal sensitif seperti menstruasi tidak bisa dibicarakan dengan cara menceramahi. Lebih baik, ibu lebih banyak bertanya dan mendengarkan jawaban dari sih anak. Selain itu, ibu juga bisa berbagai pengalaman pribadi secara positif.

6. Jelaskan secara kongkret

Untuk memudahkan anak mengerti soal menstruasi, ibu bisa gunakan gambar anatomi tubuh sederhana sambil menjelaskan. Bisa juga dengan menunjukkan pembalut dan ajari cara menggunakannya. Hal ini membuat anak mudah paham.

Artikel Asli