Athari Gauthi Ardi: Pendapat Pak Suharso Program BSPS Langgengkan Kekumuhan Itu Tidak Tepat!

Nasional | harianhaluan | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 08:42
Athari Gauthi Ardi: Pendapat Pak Suharso Program BSPS Langgengkan Kekumuhan Itu Tidak Tepat!

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN, Athari Gauthi Ardi menanggapi statemen Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa. Suharso mengatakan bahwa program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) Kementerian PUPR langgengkan kekumuhan.

Sehingga sulit untuk memberikan air minum serta air bersih di daerah program tersebut. Menurut Athari, pendapat Suharso tersebut kurang tepat. Athari berpendapat sebaliknya, menurutnya program BSPS akan menjadi salah satu langkah tepat untuk mengatasi persoalan air minum dan air bersih di kawasan kumuh.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

"Saya bisa mengatakan seperti itu, karena dalam pelaksanaan program BSPS sangat memperhatikan ketersediaan air bersih dan akses sanitasi yang layak," tegasnya, Jumat (28/5/2021).

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Kemudian, program BSPS juga sangat berdampak baik dalam penataan perumahan atau pemukiman warga. Sehingga tidak menimbulkan lokasi yang kumuh dan sembraut. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Suharso harus turun kelapangan dan melihat manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Khususnya di Dapil Athari di Sumatra Barat.

"Tentu pak Suharso harus turun dan melihat langsung di lapangan bagaimana. Khususnya di daerah saya di Sumatra Barat yang sudah banyak merasakan manfaat dari program ini," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, program BSPS adalah program yang sangat baik dan dicintai oleh masyarakat. Oleh karena itu, program tersebut harus terus didorong agar lebih banyak lagi masyarakat merasakan manfaatnya.

"Program BSPS ini merupakan program utama yang sangat dicintai oleh masyarakat, karena dampak baiknnya sangat terasa bagi mereka. Kehadiran program BSPS terbukti mampu membantu masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah dan atau masyarakat miskin untuk mendapatkan rumah yang layak huni. Oleh karena itu kita harus terus dorong dan bantu Kementerian PUPR agar program ini terus berlanjut, agar lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya," jelasnya.

Athari juga memaparkan dasar dari program tersebut dan taget-target yang akan dicapai. Katanya, program BSPS sudah bersinergi dengan program Kotaku sehingga tidak tepat menurut dia Program BSPS dikatakan melanggengkan kekumuhan.

Program BSPS juga menjadi salah satu program prioritas di RPJMN 2020-2024. Target dari program ini adalah 70% rumah tangga menempati hunian yang layak, air minum layak 100%, sanitasi layak 90%, dan elektrifikasi 100%.

"Maka tidak tepat rasanya kalau BPSP dikatakan melanggengkan kekumuhan. Jadi yang diperlukan kedepan itu adalah sinergi antar Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah terkait. Sinergisitas harus manjadi upaya utama yang harus dilakukan, karena untuk menyelesaikan persoalan kawasan kumuh maupun tata ruang dan lingkungan yang bermasalah tidak bisa berdiri sendiri di Kementrian atau Lembaga masing-masing," ungkapnya.

Kementerian atau Lembaga maupun pemerintah daerah, ujar Athari harus saling mengisi dan berkolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut. Agar lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya.(*)

Artikel Asli