Alasan Warga Indonesia Belum Boleh Lepas Masker seperti di Amerika

Nasional | ayojakarta | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 08:25
Alasan Warga Indonesia Belum Boleh Lepas Masker seperti di Amerika

TEBET, AYOJAKARTA - Belum lama ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers of Disease Control and Prevention, disingkat CDC, mengizinkan warganya melepas masker.

Namun, kebijakan tersebut juga dibarengi dengan beberapa ketentuan. Pertama, bagi mereka yang telah mendapat vaksinasi penuh. Kedua, boleh melepas masker hanya ketika berada di ruang terbuka, dengan sendirian atau keluarga satu rumah. Sementara, jika berada di tempat ramai dan belum mendapat vaksin, tetap wajib memakai masker.

Tak sedikit masyarakat yang belum paham literasi, sehingga informasi itu dicerna sebagai sesuatu yang juga bisa dilakukan di Indonesia. Mengingat, program vaksinasi secara serentak pun sedang berjalan. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Kandidat Doktor dari Fakultas Ilmu Kesehatan Kobe University dr Adam Prabata mengungkapkan beberapa hal yang menyebabkan Indonesia belum bisa menerapkan rekomendasi melepas masker, seperti yang dilakukan Amerika Serikat.

Alasan pertama, adanya perbedaan vaksin Covid-19 yang digunakan di Amerika Serikat dan Indonesia.

“Vaksin yang berbeda berpotensi memiliki angka efektivitas yang berbeda, bahkan vaksin yang sama pada populasi yang berbeda bisa memiliki efektivitas yang berbeda juga,” kata dr Adam dalam keterangannya, dikutip Ayojakarta pada laman Instagram, Jumat 28 Mei 2021.

“Perlu data efektivitas vaksin di Indonesia, terutama kemampuan mencegah penularan dan Covid-19 tanpa gejala,” tambahnya.

Alasan kedua mengapa rekomendasi melepas masker belum diizinkan di Indonesia adalah terkait cakupan vaksinasi untuk membentuk kekebalan komunal atau herd immunity .

Berdasarkan data CDC bulan April 2021, cakupan vaksinasi penuh di Amerika Serikat sudah mencapai 29,1%, sementara cakupan vaksinasi minimal satu dosis menyentuh angka 42,7% dari total populasi.

Adapun untuk vaksinasi lansia, cakupannya mencapai 67,9% pada vaksin penuh dan 81,8% pada minimal satu dosis, dari total populasi yang ada.

“Di Indonesia, berdasarkan data Kemenkes bulan April 2021, vaksinasi total untuk dosis penuh baru sekitar 7,2 juta orang dan untuk lansia 6,45% dari total populasi. Artinya, ada perbedaan cakupan vaksinasi Covid-19 yang cukup jauh antara Amerika dan Indonesia,” ujar dr Adam.

Lebih lanjut ia pun mengingatkan bahwa rekomendasi boleh tidak memakai masker di Amerika Serikat hanya bisa dilakukan di situasi tertentu, sehingga menerapkan protokol kesehatan ketat harus tetap dilakukan dan menjadi cara paling baik meminimalisir penyebaran Covid-19.

Artikel Asli