Hakim Berdarah Wajo Ini Vonis Ringan Habib Rizieq, Ini Profilnya

Nasional | bukamatanews | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 08:12
Hakim Berdarah Wajo Ini Vonis Ringan Habib Rizieq, Ini Profilnya

JAKARTA, BUKAMATA - Kamis, 27 Mei 2021. Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, hakim Suparman Nyompa memimpin sidang. Dia membacakan vonis untuk mantan imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab atas dakwaan pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung.

"Menjatuhkan pidana denda Rp20 juta dengan ketentuan jika tidak bisa membayar diganti pidana selama 5 bulan," ujar Suparman Nyompa membacakan putusan.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Menurut Majelis Hakim, ada 2 pertimbangan dalam vonis yaitu yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan, Rizieq dinilai tidak mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran Covod-19.

Yang meringankan, Rizieq dianggap menempati janjinya untuk meminta para pendukungnya tidak datang ke persidangan.

Rizieq, kata Suparman Nyompa, juga dianggap sebagai tokoh agama sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat.

Untuk kasus Rizieq, Suparman memimpin untuk dua kasus. Pertama, perkara nomor 226/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim dimana Rizieq didakwa dengan Pasal 93 UU No.6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan/atau Pasal 216 ayat (1) KUHP tentang Wabah penyakit menular.

Kedua, perkara nomor 221/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim. Rizieq didakwa Pasal 160 KUHP juncto Pasal 93 dan/atau Pasal 216 ayat (1) KUHP jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau Pasal 92 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Siapa Suparman Nyompa? Suparman adalah hakim yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Jauh sebelum bertuagas di PN Jaktim, Suparman ditempatkan di PN Pangkajene dan PN Makassar. Dia pernah memimpin sidang raja narkoba internasional yang menyeret Amiruddin Rahman alias Aco. Aco dijatuhi hukuman mati.

Pada 2012 lalu, Suparman mendirikan pesantren di Desa Sogi, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pesantren itu bernama Al Hadi Al Islami. Santrinya tidak dipungut bayaran.

Suparman Nyompa mendirikan pesantren ini untuk mewujudkan akhlak, sebuah cita-cita mulia yang sudah lama ingin dia capai.

Artikel Asli