Dua Ribu Vaksin Astrazeneca Sudah Digunakan

Nasional | radarjogja | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 08:09
Dua Ribu Vaksin Astrazeneca Sudah Digunakan

RADAR JOGJA – Pemkoy Jogja sudah memberikan vaksin Astrazeneca sejak Jumat pekan lalu (21/5) lalu. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai efek samping atau kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) dari warga yang sudah menerima.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, distribusi awal vaksin Astrazeneca sebanyak dua ribu dosis. Jumlah ini sudah dipakai di Kota Jogja untuk sasaran perbankan dan swasta. Dipastikan vaksin yang dipakai ini berasal dari batch atau gelombang yang diizinkan oleh pemerintah sehingga aman digunakan. “Vaksin astrazeneca sudah dijalankan sejak Jumat lalu. Sampai sekarang kita tidak menemui KIPI dampak setelah vaksinasi dengan Astrazeneca ini,” katanya di Kompleks Balai Kota kemarin (27/5).

Wakil Wali Kota Jogja itu menjelaskan, saat ini di Kota Jogja menggunakan dua jenis vaksin yaitu vaksin CoronaVac produksi Sinovac dan Astrazeneca. Warga yang sudah menerima vaksin CoronaVac dosis pertama, maka akan melanjutkan vaksinasi dosis kedua dengan vaksin yang sama, begitu pula dengan warga yang menerima vaksin AstraZeneca. “Tidak mungkin yang dosis satu diberikan Sinovac dosis duanya Astrazeneca. Jadi diberikan vaksin yang sama,” ujarnya.

Meski begitu, diharapkan penerima vaksin tidak memilih jenis vaksin tertentu. Sebab seluruh vaksin yang digunakan sama saja, sudah mendapat izin untuk digunakan secara medis untuk vaksinasi. Hanya, pemberian jeda waktu dua kali dosis vaksin keduanya berbeda. Vaksin CoronaVac diberikan minimal 28 hari setelah dosisi pertama diberikan. Sementara vaksin astrazeneca minimal tiga bulan jeda waktunya dengan dosis pertama. “Sampai sekarang belum ada informasi tentang penolakan (vaksin Astrazeneca),” jelasnya.

Adapun vaksin Astrazeneca di Kota Jogja juga akan dilanjutkan dengan menyasar termasuk masyarakat umum nantinya. Awalnya menerima dua ribu dosis vaksin jenis astrazeneca, untuk tambahannya masih menunggu dari provinsi. Pasalnya, sudah ada 300 ribuan dosis vaksin Astrazeneca yang diterima pemerintah provinsi. “Maka nanti tambahan itu kami gunakan untuk masyarakat umum juga. Sejauh ini aman-aman saja sampai sekarang kita belum mendapatkan komplain atau keluhan,” tambahnya.

Terpisah Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Jogja Fokki Ardiyanto mendorong Dinas Kesehatan segera menunjuk juru bicara yang berkompeten untuk menjelaskan segala hal yang berkaitan dengan persoalan Covid-19 termasuk vaksinasi. “Ini tentang pro kontra penggunaan vaksin Astrazeneca. Dari Dinas Kesehatahan harus ada yang bisa memberikan penjelasan yang baik ke masyarakat,” katanya. (wia/pra)

Artikel Asli