Kuasa Hukum soal Rizieq Divonis Denda Rp20 Juta di Kasus Megamendung: Alhamdulillah

Nasional | limapagi.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 04:30
Kuasa Hukum soal Rizieq Divonis Denda Rp20 Juta di Kasus Megamendung: Alhamdulillah

LIMAPAGI – Aziz Yanuar, Kuasa Hukum Rizieq Shihab, menyatakan keputusan majelis hakim atas perkara kasus kerumunan di Megamendung, Kota Bogor, Jawa Barat sesuai dengan harapan Rizieq dan tim kuasa hukum.

“Alhamdulillah. Saya pribadi merasa sedikit di luar prediksi dan doa. Doa kami dipaskan dengan masa tahanan,” kata Aziz kepada Limapagi.com, Kamis, 27 Mei 2021.

Kendati demikian, dia menilai vonis hukum yang dijatuhi untuk mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu sebenarnya masih bisa lebih ringan, bahkan semestinya dinyatakan tidak bersalah.

Hal ini lantaran perkara hukum yang dipersoalkan tidak diterima oleh pihak Rizieq.

“Meski kami keberatan karena kasus prokes (protokol kesehatan) sebenarnya tidak patut dipidana. Tapi kami hormati,” ucapnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur memvonis Rizieq Shihab dengan denda Rp20 juta. Rizieq dinyatakan terbukti melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terkait acara keagaaman di Megamendung pada 13 November 2020.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana denda sejumlah Rp20 juta subsider 5 bulan kurungan,” ujar Hakim Ketua Suparman Nyompa, ketika membacakan surat putusan di PN Jaktim, Kamis.

Rizieq juga dinyatakan bersalah karena tidak kooperatif ketika petugas Covid-19 mendatangi pondok pesantren milik yang bersangkutan di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kedua pelanggaran itu menjadikan Rizieq terbukti melanggar Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam pasal tersebut diatur, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp100 juta.

Di hari yang sama, Rizieq juga dijatuhi hukuman 8 bulan kurungan badan atas kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat, yang terjadi pada medio November 2020 lalu.

Rizieq Shihab dianggap terbukti melanggar hukum tentang kekarantinaan kesehatan yang diatur dalam Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Artikel Asli