PHK Ribuan Buruh Giant Diminta Jangan Pakai Skema UU Cipta Kerja

Nasional | limapagi.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 06:00
PHK Ribuan Buruh Giant Diminta Jangan Pakai Skema UU Cipta Kerja

LIMAPAGI – Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) Indonesia mewanti-wanti Manajemen PT Hero Supermarket Tbk (HERO) yang akan menutup seluruh gerai Giant untuk memperhatikan nasib para pekerjanya.

Caranya, dengan tidak menggunakan skema pemutusan hak kerja versi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Presiden Aspek Mirah Sumirat mengatakan, manajemen Hero semestinya bisa menghormati Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sudah disepakati bersama Serikat Pekerja Hero Supermarket.

Melalui skema non-UU Cipta Kerja, Mirah bilang, buruh akan mendapatkan kepastian setelah kena PHK.

“Karena Undang-Undang Cipta Kerja sesungguhnya hanya mengatur ketentuan minimum. Sedangkan PKB dapat memberikan lebih baik di atas Undang-Undang dan mengikat para pihak, baik manajemen maupun pekerja,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Limapagi.com, Jumat, 28 Mei 2021.

Selain itu, dia meminta manajemen Hero untuk mengedepankan asas kekeluargaan dalam penyelesaian urusan PHK, termasuk bagaimana hak buruh dipenuhi. Meski begitu, manajemen dituntut untuk bisa transparan.

“Agar manajemen PT Hero Supermarket Tbk, memaksimalkan mekanisme bipartit secara transparan dengan melibatkan Serikat Pekerja PT Hero Supermarket yang berafiliasi ke ASPEK Indonesia,” kata dia.

Mirah juga menegaskan bahwa semakin banyaknya perusahaan yang melakukan PHK massal perlu menjadi perhatian Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurutnya, stimulus yang selama ini telah banyak diberikan oleh pemerintah kepada kalangan pengusaha, ternyata tidak efektif untuk dapat menyelamatkan dunia usaha maupun untuk menyelamatkan nasib para pekerja. Stimulus yang dimaksud sesuai apa yang tertuang dalam UU Cipta Kerja.

“Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja terbukti tidak mampu memberikan jaminan kepastian pekerjaan, jaminan kepastian upah dan kepastian jaminan sosial,” tuturnya.

Baginya, pemerintah perlu untuk membatalkan kluster ketenagakerjaan yang ada pada UU Cipta Kerja. Jika tidak, maka akan terjadi tsunami PHK yang berkepanjangan.

“Dan ini tentunya akan berdampak pula pada upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan pada upaya mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Mirah.

PT Hero Supermarket Tbk berencana menutup gerai Giant di seluruh Indonesia. Hal ini menyebabkan 3.000 karyawan yang menggantungkan nasibnya di perusahaan tersebut terancam menganggur.

Penutupan dilakukan sebab perusahaan memilih fokus untuk mengembangkan merek dagang yang berpotensi tumbuh lebih tinggi seperti IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

Artikel Asli