Mahfud Md: KKB Egianus Kogoya, Lekagak Talenggen dan Murib Jadi Target Operasi

Nasional | sumselupdate.com | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 05:55
Mahfud Md: KKB Egianus Kogoya, Lekagak Talenggen dan Murib Jadi Target Operasi

Jakarta, Sumsel update.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan, terdapat sejumlah nama tokoh sayap bersenjata perjuangan kemerdekaan Papua yang menjadi bidikan utama pemerintah.

Mahfud mengungkapkan, tokoh-tokoh beserta kelompok yang disebutnya sebagai kelompok kriminal bersenjata alias KKB dan menjadi target operasi adalah Egianus Kogoya, Lekagak Talenggen, dan Militer Murib.

“Jadi yang dihadapi adalah KKB Egianus Kogoya, KKB Lekagak Talenggen, KKB Militer Murib, dan kelompok lain lagi, jadi bukan KKB Papua secara umum,” kata Mahfud saat menggelar dialog bersama sejumlah unsur tokoh di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/5/2021) seperti dikutip dari suara.com jaringan nasional sumselupdate.com.

Mahfud mengatakan, pemerintah melakukan operasi terhadap KKB tersebut sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Terorisme.

Mengutip survei Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja sama dengan sejumlah universitas, Mahfud menyebut 92 persen warga Papua pro-NKRI dan mendukung pembangunan.

Kalau dirincikan, 82 persen menyetujui otonomi khusus, 10 persen menyatakan terserah pemerintah, dan delapan persen yang menolak.

Mahfud mengungkapkan, KKB masuk ke dalam kelompok yang tak menyetujui otsus maupun pembangunan Papua.

“Nah, sisanya yang kecil delapan persen itu terbagi tiga yakni bergerak di jalur politik, klandestin, dan KKB,” ujarnya.

Karena itu, Mahfud juga mengklaim sebagian besar warga Papua mendukung pembangunan di Bumi Cenderawasih, serta mengharapkan bisa dibangun secara damai.

Selain Mahfud, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam acara yang sama juga menyampaikan pandangannya.

Dia mengatakan, komitmen Presiden Joko Widodo atau Jokowi membangun Papua sangat tinggi.

“Presiden mana yang pernah berkunjung ke Papua sampai 17 kali. Belum ada, baru di masa Presiden Jokowi ini hal itu terjadi, karena beliau sungguh ingin Papua maju dan damai,” ujar Moeldoko. (adm3/sur)

Artikel Asli