Berdayakan Ekonomi Mikro, Inkud Dukung Pelaku UMKM

Nasional | radarjogja | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 06:27
Berdayakan Ekonomi Mikro, Inkud Dukung Pelaku UMKM

RADAR JOGJA – Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai wadah masyarakat desa untuk dapat meningkatkan pendapatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup. Untuk itu, Induk KUD (INKUD) bersama Jaringan Logistic Indonesia (JLI) meluncurkan terobosan baru untuk mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pulau Jawa.

KUD berperan penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Dalam perkembangannya, KUD menjadi penyokong aktivitas perdagangan khususnya di pedesaan. Lewat KUD, selain untuk pemenuhan kebutuhan hidup, diharapkan masyarakat mampu memberdayakan dirinya sendiri serta lingkungannya.  “Salah satu fungsi KUD adalah menyediakan kebutuhan modal kerja termasuk bagi warga desa. Apalagi menilik sektor UMKM menjadi penggerak roda ekonomi domestik,” sebut Direktur Utama Unit Koperasi Induk Desa (Induk KUD), Portasius Nggedi, Kamis (27/5).

Melansir dari situs Bappenas, kontribusi UMKM di antaranya menyediakan jaring pengaman terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif. Tapi di tengah pandemi Covid-19, UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. “ Supply, demand hingga rantai pasok terganggu sehingga menghambat gerak bahkan eksistensi UMKM. Jumlah UMKM terdampak pandemi sebanyak 64,2 juta atau 99 persen dari seluruh usaha yang beroperasi di seluruh Indonesia,” paparnya.

Seiring dengan program pemerintah yang terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk bangkit, INKUD bekerja sama JLI meluncurkan terobosan. Salah satunya berupa digitalisasi gudang-gudang KUD untuk membantu warung-warung di sekitarnya. “Selain itu, INKUD bersama JLI siap memberdayakan warung-warung kecil sebagai mitra usaha baru. Langkah tersebut dimulai dari Pulau Jawa, terdapat sekitar 2.000 KUD,” ujarnya

Tujuannya, membantu mitra UMKM untuk mendapatkan barang-barang pokok dengan sistem konsinyasi. Sehingga memudahkan mereka berjualan tanpa modal awal. Produk yang akan dijual oleh mitra UMKM didapatkan dari gudang KUD yang tersebar di seluruh Pulau Jawa. “Dengan begitu, warung-warung kelontong yang berada dalam radius 10 kilometer dari lokasi gudang KUD akan mendapat pasokan barang dengan harga lebih murah dan pengiriman yang lebih cepat,” jelasnya.

Program INKUD bersama JLI tersebut memungkinkan siapa pun bisa menjalankan usaha warung tanpa perlu mengeluarkan modal. Rantai pasok, supply dan demand menjadi lebih sederhana dan tepat sasaran. Hanya bermodal tempat, mereka sudah bisa membuka usaha warung. “Integrasi ini sejalan dengan upaya kami dalam memperluas jangkauan mitra usaha hingga ke skala mikro seperti pedagang warung. Dengan demikian mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang bersama Induk KUD,” ujarnya.

Semakin luasnya jangkauan mitra usaha yang dibantu, diharapkan dapat menjadi sumber lapangan pekerjaan baru. Sehingga membantu mengurangi angka pengangguran yang tinggi akibat pandemi dan mendorong optimalisasi ekonomi mikro di pedesaan. (fat/pra)

Artikel Asli