Banyak Proyek Pembangunan, Jateng Masih Pesimistis Naikkan Ekonomi

Nasional | ayosemarang | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 07:41
Banyak Proyek Pembangunan, Jateng Masih Pesimistis Naikkan Ekonomi

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah belakangan terus dipulihkan pasca terpaan pagebluk Covid-19, namun ternyata Pemerintah Provinsi Jateng sendiri masih merasa pesimistis. Hal itu terlihat dalam target indikator kinerja utama dalam revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2018-2023.

“Masih terlalu pesimistis dan belum memaksimalkan potensi hadirnya Proyek Strategis Nasional di Jateng, ini artinya Jateng hanya jadi penonton investasi di Jateng,” terang Wakil Ketua Pansus Revisi RPJMD Hadi Santoso, Kamis 27 Mei 2021.

Hadi menambahkan jika sebetulnya Jateng punya potensi jelas. Munculnya Perpres 79/2019 melahirkan Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Brebes, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur, dan Perpres 109/2020 yang mendorong lahirnya Kawasan Industri Terpadu Batang.

Namun menurut Hadi target yang dipasang belum tercermin optimism. Ribuan kendaraan proyek di Jateng tidak mampu diolah untuk menaikan pajak daerah.

"Belum terlihat juga terobosan mengambil potensi pendapatan dari lahirnya kawasan industri ini bagi pemerintah," lanjutnya.

Hadi kemudian memaparkan revisi target untuk indikator kemiskinan sampai 2023. Dikoreksi dari 7,8 % naik 10,27 % , pengangguran terbukanya juga naik 5,67 %, pertumbuhan ekonomi dipasang turun dari 6.0% menjadi 5,29%.

"Pemerintah masih beralibi soal Covid 19, seolah kita tidak bisa kendalikan sampai 2023, padahal KSPN Borobudur terus berjalan, KI Kendal, KIT Batang sudah lari kencang, masak target 7% dari pemerintah pusat tidak berani kita pasang minimal mendekati, di angka 6,2%? " tanyanya.

Kondisi seperti ini, kontras dengan Jawa Timur yang mampu mengoptimalkan potensi perpres 80/2019 soal percepatan ekonomi. Revisi RPJMD Jatim sudah cenderung positif di atas RPJMD lama sejak tahun 2021.

“Kita perlu banyak belajar ke Jatim," ucapnya.

Tentu masih ada harapan dan waktu untuk melihat kembali semua indikator revisi RPJMD Jateng, kita harus bisa memprediksi dan membawa bahwa Jawa Tengah bisa lebih baik.

"Pak Gubernur sudah mencontohkan optimisme dalam menata Jawa Tengah, harus bisa kita terjemahkan dalam dokumen perencanaan pembangunan,"pungkasnya.

Artikel Asli