Jasa Marga tak Bagikan Dividen Laba Bersih 2020

Nasional | republika | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 01:32
Jasa Marga tak Bagikan Dividen Laba Bersih 2020

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk tidak membagikan dividen dari laba bersih perusahaan pada tahun buku 2020. Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan hal tersebut diputuskan para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (27/5).

"Pemegang saham memutuskan untuk tidak membagikan dividen atau nol persen," kata Eka dalam konferensi video, Kamis (27/5).

Eka menyatakan, seluruh laba pada tahun buku 2020 ditempatkan menjadi dana cadangan. dia menuturkan, dana cadangan tersebut akan digunakan untukĀ  memperkuat capital structure .

Dia menjelaskan, hal tersebut diputuskan juga dengan mempertimbangkan sejumlah kondisi. Salah satunya sebagian besar tol baru Jasa Marga selesai namun masih pada masa awal pengoperasian yang akan menekan kinerja.

"Tentu kita butuh banyak untuk memperkuat ekuitas sehingga salah satunya diputuskan melalui dividen tahun 2020 nol persen," jelas Eka.

Dia mengatakan, untuk selanjutnya akan melihat perkembangan yang ada. Namun, kata Eka, hal tersebut akan sangat bergantung kepada kinerja Jasa Marga selanjutnya.

Sementara itu, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan sepanjang 2020, Jasa Marga berhasil menyelesaikan pembangunan 29,46 kilometer jalan tol baru. Dengan begitu total jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga hingga akhir 2020 mencapai 1.191 kilometer.

"Ruas jalan tol baru yang dioperasikan Jasa Marga pada 2020 yaitu Jalan Tol Pandaan-Malang Ruas Pakis-Malang sepanjang 3,11 kilometer dan Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Manado-Danowudu sepanjang 26,35 kilometer," jelas Dwimawan.

Jasa Marga mencatatkan penurunan laba bersih pada tahun buku 2020 karena tertekan oleh dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan trafik pengguna tol. Pada tahun lalu Jasa Marga membukukan laba bersih Rp 501,05 miliar atau turun hingga sekitar 74 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp 2,21 triliun

Artikel Asli