Waduh! Denda Pelanggar Prokes Covid-19 di Sumbar Sudah Lebih dari Rp157 Juta

Nasional | harianhaluan | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 00:35
Waduh! Denda Pelanggar Prokes Covid-19 di Sumbar Sudah Lebih dari Rp157 Juta

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19 di Sumatera Barat, Polda Sumbar kembali mengadakan Focus Grup Discussion (FGD) untuk membahas secara bersama-sama dalam mengendalikan Covid-19, Kamis (27/5/2021) di Mapolda Sumbar. Kegiatan FGD kali ini bertema tentang peran ulama dan Organisasi Keagamaan bersama unsur Aparatur Pemerintah dalam rangka Pengendalian Pandemi Covid-19.

Selain Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, juga hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wagub Sumbar Audy Joinaldy, Danrem 032 WBR Brigjen TNI Arief Gajah Mada dan para tokoh ulama serta organisasi keagamaan di Sumbar. Diketahui, sampai dengan tanggal 26 Mei 2021, telah terkonfirmasi positif sebanyak 43.012 orang, sembuh sebanyak 39.071 orang, meninggal dunia sebanyak 952 orang dengan positivity rate sebesar 9,40% di Sumbar.

Kemudian, jika dilihat berdasarkan zonasi Covid-19 per Kabupaten dan Kota periode 23 Mei hingga 29 Mei 2021, terdapat 1 Kabupaten yang berada di zona merah yaitu Kabupaten Agam, 13 daerah berada di zona orange yaitu Kabupaten Pasaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Sawahlunto, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi dan Kota Payakumbuh.

Kemudian, ada lima daerah yang berada pada zona kuning yaitu Kota Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. “Dinamika perkembangan penyebaran Covid-19 tersebut tentu harus menjadi perhatian kita bersama. Apalagi, akhir-akhir ini kepatuhan masyarakat akan penerapan protokol kesehatan dirasa makin minim,” ujar Irjen Pol Toni.

Berdasarkan aplikasi Sipelada Provinsi Sumbar, kata Kapolda, sampai dengan tanggal 26 Mei 2021, telah ditemukan pelanggaran subjek perorangan sebanyak 115.796 orang, pelaku usaha sebanyak 2.001, penyelenggara kegiatan sebanyak 565, sanksi sosial sebanyak 111.049 kali dan denda admistratif sudah mencapai Rp157.400.000.

“Ini merupakan tantangan bagi kita semua. Oleh karena itu pada siang hari ini kita melaksanakan kegiatan FGD dengan melibatkan ulama dan organisasi keagamaan. Diharapakan kegiatan ini nantinya dapat memberikan suatu masukan untuk menjawab langkah-langkah yang kita tempuh dalam menangani pandemi Covid-19,” ucap Irjen Pol Toni.

Dikatakannya, Provinsi Sumatera Barat memiliki karakterisitik yang berbeda dengan daerah lain. Dimana, masyarakat Sumbar memegang erat falsafat adat minangkabau yaitu “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”. Ulama dan tokoh masyarakat serta adat memiliki tugas sentral dan dihormati di tengah - tengah masyarakat.

“Ulama dan tokoh keagamaan diharapkan mengambil peran dalam membantu pemerintah daerah dalam rangka mencegah penularan Covid-19 dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya Covid-19 dan pentingnya penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dalam sambutannya yang dihadiri para tokoh ulama tersebut, Kapolda menyampaikan yakni membangun dan mendorong Nagari Tageh yang memiliki 11 kriteria ketagehan. Para Bhabinkamtibmas berperan membantu Dinkes sebagai tracer Covid 19. “Alim ulama merangkul dan mendorong tokoh pemuda, tokoh adat untuk memberikan edukasi dan kepatuhan dengan mengajak masyarakat untuk patuh terhadap protokol Covid-19,” ujar Kapolda.

Kemudian katanya, upaya revisi Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru terhadap sanksi yang lebih memiliki efek deterence sebagai pedoman penerapan adaptasi kebiasaan baru. “Tetap melakukan Operasi Yustisi bersama Satpol PP guna menumbuhkembangkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dalam diskusi yang berlangsung dengan protokol kesehatan tersebut, diketahui seluruh tokoh ulama yang hadir ini sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk pencegahan penyebaran Covid-1di Sumbar. (*)

Artikel Asli