Ini Ancaman Hukuman bagi Polisi Penembak Mati DPO di Solok Selatan

Nasional | harianhaluan | Published at Jumat, 28 Mei 2021 - 01:08
Ini Ancaman Hukuman bagi Polisi Penembak Mati DPO di Solok Selatan

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kasus penembakan terhadap DPO judi di Solok Selatan yang melibatkan seorang polisi sudah memasuki babak baru. Tersangka yang bernama Kansep Rianto yang berpangkat Brigadir tersebut dikenal pasal berlapis dengan ancaman hukuman diatas tujuh tahun. Selain itu, berkas kasus tersebut juga sudah ada di tahap P-21, yang artinya dalam waktu dekat akan disidangkan.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu kepada harianhaluan.com, Jumat (28/5/2021) mengatakan, tersangka bersama dengan barang bukti sudah diserahkan pada Kamis (27/5/2021) kemarin di Kejaksaan Negeri Solok Selatan. Tersangka sendiri dikenakan pasal berlapis yakni, pasal 338 subs 354 lebih subs 351(3) lebih subs lagi 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas tujuh tahun penjara.

"Setelah menyerahkan ke Kejaksaan Negeri Solsel, ersangka dan barang bukti dititipkan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) di Rutan (Rumah Tahanan) Polres Solok Selatan," jelas Satake.

Polda Sumatra Barat (Sumbar) sendiri juga sudah menjalani banyak proses sebelum kasus ini dinyatakan P-21 (lengkap). Mulai dari bolak-balik mengantarkan berkas ke Kejaksaan hingga banyaknya penolakan dari keluarga dan PH korban terkait pasal yang dikenakan terhadap tersangka. Belum lagi banyak desakan dari masyarakat agar kasus ini digelar dengan transparan.

Polisi sendiri juga sudah memeriksa enam personel Satreskrim Polres Solok Selatan atas kasus penembakan DPO judi pascakejadian tersebut. Seorang anggota ditetapkan dan berpotensi dijerat dengan UU Pidana Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. Namun, hal itu juga tak terlepas dari sidang kode etik.

Sebelumnya, Deki Susanto alias DS tewas setelah kepalanya ditembak polisi. DS merupakan DPO kasus perjudian. Berdasarkan keterangan keluarga korban, peristiwa itu berawal saat sejumlah orang yang belakangan diketahui personel Satreskrim Polres Solok Selatan datang ke rumah tanpa mengenakan seragam dinas dan membawa senjata api.

Petugas tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan menggeledah untuk mencari DS yang saat itu berada di dapur. Ketika mendapati keberadaan DS, petugas yang bersenjata langsung menyergap korban tanpa memperlihatkan surat pengenal atau pun surat perintah. Menurut keluarga, karena merasa terancam dan takut ditodong senjata api, DS lalu lari ke arah belakang rumah.

Sesaat setelah lari keluar rumah, DS langsung ditembak oleh tersangka (Brigadir KS. red) dan mengenai kepala bagian belakang. Keluarga juga membantah bahwa DS telah melukai petugas karena saat kejadian tidak terlihat ada bagian tubuh tersangka yang terluka seperti yang diberitakan.

Atas kejadian itu, puluhan orang mendatangi serta melempari kantor Polsek Sungai Pagu, Solok Selatan pada Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah kaca di Mapolsek Sungai Pagu pun pecah berantakan. (*)

Artikel Asli