Loading...
Loading…
Pasokan Kesehatan Palestina Menipis, WHO Desak Jalur Gaza Dibuka

Pasokan Kesehatan Palestina Menipis, WHO Desak Jalur Gaza Dibuka

Nasional | limapagi.com | Sabtu, 22 Mei 2021 - 18:31

LIMAPAGI Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Harris mengatakan wilayah Gaza, Palestina kekurangan suplai fasilitas kesehatan. Bahkan, kata dia kesediaan pasokan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut dalam ambang batas bahaya.

Pasalnya, hampir setengah dari obat-obatan esensial habis. Sedangkan ada ribuan warga yang cedera usai serangan rudal Israel ke Palestina membutuhkan perawatan.

Maka dari itu, ia menyerukan agar akses bantuan kesehatan ke wilayah Gaza yang kini terkepung segera dibuka.

Tantangan sebenarnya adalah penutupan. Kita perlu masuknya perbekalan, kata Harris dalam pengarahan PBB virtual seperti dikutip dalam laman Aljazeera pada Sabtu, 22 Mei 2021.

Hal serupa juga dilontarkan Direktur Regional Komite Internasional Palang Merah Fabrizio Carboni. Ia mendesak WHO memasok pasokan medis ke Gaza mengingat kesediaan fasilitas kesehatan di sana sangat kurang.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan telah mengeluarkan bantuan sebesar 18,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk upaya kemanusiaan bagi Palestina.

Konflik Israel dan Palestina dikabarkan berhenti karena kedua negara setuju untuk melakukan gencatan senjata. Namun, korban jiwa masih berjatuhan pasca-serangan rudal Israel ke jalur Gaza beberapa hari sebelumnya.

Data terbaru Jumat, 21 Mei 2021 menyebut lima orang ditemukan dari puing-puing bangunan di Gaza. Sehingga, jumlah korban jiwa imbas konflik Israel-Palestina bertambah menjadi 248 warga, 66 di antaranya adalah anak-anak.

Sementara itu, korban luka Palestina tercatat lebih dari 1.900 orang.

Di sisi lain, pihak militer Israel mengatakan seorang tentara Israel telah tewas, serta 12 warga sipil, termasuk dua anak dan ratusan orang lainnya dirawat karena cedera akibat serangan balasan dari Palestina.

Original Source

Topik Menarik