Loading...
Loading…
Abai Prokes, Dikenai Bea Batal 25 Persen

Abai Prokes, Dikenai Bea Batal 25 Persen

Nasional | radarjogja | Rabu, 19 Mei 2021 - 08:11

RADAR JOGJA Pasca larangan mudik, kereta api (KA) jarak jauh kembali dioperasikan ke berbagai daerah tanpa syarat perjalanan. Sebanyak 144 KA jarak jauh seluruh Pulau Jawa per hari siap dioperasikan pada masa pengetatan pasca peniadaan mudik 18-24 Mei.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogja Supriyanto mengatakan, pelanggan KA jarak jauh tidak perlu lagi menyertakan surat izin perjalanan seperti halnya saat larangan mudik. Tetapi surat keterangan bebas Covid-19 masih harus dilampirkan berupa RT-PCR atau rapid test antigen, atau GeNose C19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 124 jam.

Ya, meski tidak lagi menyertakan surat izin perjalanan, syarat lain tetap untuk mematuhi protokol kesehatan, katanya Selasa (18/5). Supriyanto menjelaskan, mulai Selasa (18/5) calon penumpang yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan negatif RT-PCR atau rapid test antigen atau GeNose C19, tidak memakai masker, penumpang reaktif/positif, tiketnya dikenakan bea batal sebesar 25 persen.

Proses pembatalan dilakukan di loket stasiun pembatalan dan melalui Contact Center 121 paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan, ujarnya.Sedangkan calon penumpang yang didapati suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat Celcius pada saat boarding, tiket akan dikembalikan 100 persen. Pembatalan dapat dilakukan di semua loket stasiun penjualan. Proses pengembalian bea pada loket stasiun pembatalan dapat dilakukan tunai atau skema transfer.

Baca Juga :
Mendag Tinjau Kesiapan Prokes Pusat Perbelanjaan Jika Ada Kasus Positif Siap-siap Mall Ditutup

Khusus untuk layanan Contact Center 121 menggunakan skema transfer. Bea tiket yang dibatalkan dikembalikan setelah hari kalender ke-30 sejak permohonan pembatalan, jelas Suparianto mengutip pernyataan VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Adapun untuk membantu melengkapi syarat surat bebas Covid-19 itu, KAI menyediakan layanan rapid test antigen seharga Rp 85 ribu di 42 stasiun dan pemeriksaan GeNose C19 seharga Rp30 ribu di 54 stasiun.

Selama periode 6-17 Mei 2021, total 5.140 calon penumpang ditolak berangkat dikarenakan berkas-berkas persyaratannya tidak sesuai. Rinciannya 4.323 orang tidak membawa surat izin perjalanan yang sesuai dan 817 orang tidak membawa berkas surat bebas Covid-19.

Perjalanan KA jarak jauh pada masa peniadaan mudik dioperasikan untuk menyediakan konektivitas bagi orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah, jelasnya yang menyebut masa peniadaan mudik KAI mengoperasikan 38 KA jarak jauh per hari.

Baca Juga :
330 Sekolah di Bandung Gelar PTM 100 Persen, Plt Ingatkan Prokes Ketat

Orang-orang yang dikecualikan itu adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka dikarenakan anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan non mudik lainnya.

Seluruh pelanggan diverifikasi berkas-berkasnya terlebih dahulu secara cermat dan teliti. Jika tidak lengkap, maka tidak akan diizinkan untuk berangkat, terangnya.

Selama periode 6-17 Mei 2021, KAI telah melayani 81 ribu pelanggan KA jarak jauh di mana rata-rata KAI melayani 6 ribuan pelanggan per hari. Jumlah itu turun 83 persen dibanding pelanggan KA jarak jauh pada masa pengetatan pra mudik, 22 April hingga 5 Mei, di mana KAI melayani rata-rata 36 ribu pelanggan KA jarak jauh per hari.

Untuk Daop 6 Jogja pada periode 5-17 Mei 2011, penumpang 8.929 orang dengan rata-rata 744 penumpang per hari. Dibandingkan pada masa pengetatan mudik (22 April hingga 5 Mei) sebanyak 51.070 orang atau rata rata 3.648 orang per hari. Atau turun 82,6 persen.

Demikian pula KA yang berjalan ada 8 KA, yaitu KA Argo Lawu, KA Argo Wilis, KA Gajayana, KA Bima, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Sri Tanjung, KA Pasundan. Masyarakat yang diberangkatkan menggunakan KA jarak jauh itu bukan untuk kepentingan mudik, tambahnya.

Terpisah, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Jogja Bekti Zunanta mengatakan, masuk hari pertama masa pengetatan pasca peniadaan mudik 18-24 Mei belum nampak adanya peningkatan yang signifikan terkait kedatangan, keberangkatan kendaraan maupun penumpang. Namun diyakini bus antar kota antar provinsi (AKAP) sudah ada beberapa yang beroperasional tanpa menggunakan stiker perjalanan maupun syarat perjalanan bagi penumpang. (wia/laz)

Original Source

Topik Menarik