Loading...
Loading…
Deretan KKB Papua Kembali ke Pangkuan NKRI, Nomor 2 Komandan Perang Distrik Kosiwo

Deretan KKB Papua Kembali ke Pangkuan NKRI, Nomor 2 Komandan Perang Distrik Kosiwo

Nasional | inewsid | Minggu, 16 Mei 2021 - 19:59

JAKARTA, iNews.id - Daftar anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang menyerahkan diri kembali bertambah. Kali ini tiga orang yang merupakan anak buah pentolan teroris Lekagak Telenggen.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa mengatakan, tiga orang itu menyerahkan diri kepada Satgas Yonif 715/Mtl saat melaksanakan patroli keamanan di Kampung Tanah Merah, Sabtu (15/5/2021). Mereka pun menyatakan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Benar, tiga orang yang menyerahkan diri itu merupakan anggota kelompok teroris Lekagak Telenggen, ucap Suriastawa, Minggu (16/5/2021).

Tiga teroris KKB Lekagak Telenggen, Papua menyerahkan diri kepada TNI. (Foto: Istimewa).

Bukan kali ini saja mantan simpatisan atau aktivis OPM/KKB menyerahkan diri kepada TNI/Polri dan berikrar setia kepada NKRI. Sejumlah pentolan kelompok separatis bersenjata sebelumnya telah melakukan langkah serupa.

Berikut di antaranya:

1. Telangga Gire (2019) Ajudan Goliat Tabuni, Telangga Gire, menyerahkan diri serta berikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pada 8 Juni 2019. Telangga berikrar di depan Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo yang didampingi 25 anggota Kodim di Kampung Wurak, Distrik Illu, Kabupaten Puncak Jaya.

Selepas dari KKB, Telangga Gire bercocok tanam. Panen perdana jagung di kebunnya pada 24 November 2019 juga dihadiri Dandim Agus Sunaryo. Dia merasa bersyukur karena hidup normal.

Untuk diketahui, Goliat Tabuni merupakan pentolan KKB di Puncak Jaya. Telangga menyerahkan diri bersama tiga rekannya yakni, Piningga Gire, Tekiles Tabuni dan Perengga.

2. Noak Orarei (18 Maret 2021) Komandan perang KKB di Sektor Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Noak Orarei atau Noki Orarei menyerahkan diri di Polres Yapen. Dia pun mencium Bendera Merah Putih dan berikrar setia kepada NKRI.

Noak mengaku selama ini terbebani dengan situasi yang sulit. Untuk itu dia bersyukur dan berterima kasih kepada Polres Yapen. Terima kasih diterima dengan baik dan diberikan bantuan untuk dapat memulai kembali kehidupan yang lebih baik lagi untuk kesejahteraan anak istri dan keluarga saya," kata Noak dalam pernyataan resmi Polri, Kamis (18/3/2021).

Saat ikrar setia itu, dia menyerahkan barang bukti berupa dua pucuk senjata rakitan laras pendek, tujuh butir amunisi kaliber 5,56, satu butir amunisi kaliber 7,6, 7 butir amunisi kaliber 3,8, 1 buah bendera Bintang Kejora, 1 pasang pakaian loreng dan 1 buah topi rimba loreng.

3. Anak Buah Rudy Orarey (April 2021) Lima anggota KKB anak buah Rudy Orarey menyerahkan diri di Polres Kabupaten Kepulauan Yapen, Senin (26/4/2021). Mereka juga menyerahkan empat senjata api berserta belasan butir amunisi.

Rudy Orarey merupakan Panglima KKB di Distrik Angkaisera yang sebelumnya dikabarkan tewas pada 2014. Sedangkan lima anak buahnya yang menyerahkan diri itu berasal dari Kampung Menawi dan Yapen Timur.

4. Alex Hambari (4 Mei 2021) Tokoh OPM yang juga ditahbiskan sebagai Gubernur Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Alex Hamberi menyerahkan diri kepada Satgas Nemangkawi. Mereka juga berikrar setia kepada NKRI, Selasa (4/5/2021).

Ikrar setia itu berlangsung di kampung Sima, distrik Your, Nabire. Selain Alex Hambari, 17 anggotanya juga kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Atas kesadaran diri Alex kembali ke NKRI karena menganggap langkah tersebut selama ini salah," kata Iqbal Al Qudussy.

5. Anak Buah Lekagak Telenggen (15 Mei 2021) Tiga anak buah Lekagak Telenggen yang menyerahkan diri kepada Satgas Yonif 715/Mtl yaitu YAW (34), MM (17) dan OM (41). Mereka selama ini memiliki peran berbeda-beda.

Sebagai contoh YAW yang juga terlibat perang di Tembagapura pada 2017-2019. Dia bertugas sebagai pemantau aparat keamanan yang akan masuk ke Kampung Tigilobak. MM sebagai pencari logistik dan dana dari masyarakat, sedangkan OM sebagai pendamping saat YAW dan MM melaksanakan tugasnya.

Selain menyerahkan diri, ketiganya juga menyerahkan senjata berupa senapan angin, golok, anak panah, munisi SS2 dan sofgun, beberapa dokumen dan perlengkapan lainnya, seperti ransel, HP, dan lain-lain.

Original Source

Topik Menarik