Loading...
Loading…
Lebaran di Korea Utara Sederhana Tapi Meriah, Dubes RI: Indonesia Is The Best Model for Moslem World

Lebaran di Korea Utara Sederhana Tapi Meriah, Dubes RI: Indonesia Is The Best Model for Moslem World

Nasional | radartegal | Minggu, 16 Mei 2021 - 05:00

Warga negara Indonesia (WNI) di Korea Utara (Korut) juga ikut merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah di KBRI di Pyongyang, Korea Utara. Meskiberlangsung di negara yang penuh dengan aturan ketat, perayaan itu berlangsung sederhana, hikmat, dan meriah, Kamis (13/5) lalu.

Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Demokratik Korea, Berlian Napitupulu usai Salat Idul Fitri di Masjid Kedutaan Besar, langsung menggelar Halal Bihalal danOpen House di Wisma Duta KBRI Pyongyang.

Selain seluruh WNI di Pyongyang, Open House juga dihadiri Kepala Perwakilan Negara Islam di Korea Utara, yakni Duta Besar Palestina, Duta Besar Suriah, Kuasa Usaha Mesir, dan Staf Kedutaan Besar Iran beserta keluarga.

"Kita sangat bersyukur hingga sekarang sehat-sehat, dan tahun ini diperbolehkan pemerintah setempat mengadakan kegiatan sehingga Open House ini dan Shalat Ied tadi pagi dapat terlaksana padahal selama ini tidak boleh karena pencegahan pandemi Covid-19 di RRDK," ujar Dubes Berlian Napitupulu dalam sambutan pembukaan seperti dilaporkan Pensosbud KBRI Pyongyang.

"Sebelum pandemi, ada sekitar 90 orang masyarakat Muslim di Pyongyang dari berbagai kedutaan dan organisasi internasional. Sekarang hanya sekitar 30 orang, termasuk 12 orang WNI. Namun kita bersyukur masih kompak dan diperbolehkan berkumpul sehingga tali persahabatan masih terjalin di tengah keterbatasan dan lockdown," tutur Dubes Berlian.

Dubes Berlian menyebutkan bahwa perayaan Idul Fitri tahun ini unik dan menarik karena bersamaan dengan perayaan Kenaikan Isa Al Masih, yang berarti dua hari besar Islam dan Kristen dirayakan sekaligus. Ia mengatakan, dirinya pun baru pertama kali ini mengalaminya.

"Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk dengan ratusan suku, budaya dan berbagai agama berbeda, namun bisa bersatu dan punya tradisi saling menghormati serta saling mengunjungi pada hari-hari raya besar seperti Idulfitri yang di Indonesia disebut lebaran," imbuh Dubes Berlian.

Dubes Suriah mengakui sejak lama bahwa Indonesia merupakan suatu model terbaik bagi dunia Islam karena sangat moderat dan toleran. Ia juga memuji peranan Indonesia yang selalu membantu saudara muslim, khususnya dalam masalah Palestina.

"Indonesia is the best model for Moslem world," tegasnya.

Duta Besar Palestina mengamini pernyataan Dubes Suriah dan mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo dan pernyataan Menlu RI mengenai konflik yang terjadi di Jarrah Palestina saat ini yang menegaskan bahwa Indonesia akan selalu bersama rakyat dan bangsa Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya.

Open House ini juga dimanfaatkan Dubes Berlian untuk mempromosikan masakan dan minuman khas Indonesia antara lain: gulai ayam, baso ikan, mie goreng, tahu isi, bolu kukus, cendol, teh dan kopi Indonesia.

Seluruh WNI di Pyongyang merasa bersyukur atas diselenggarakannya Open House ini, karena dapat bersilaturahim dan berkumpul bersama kembali di Hari Raya Idulfitri ini.

Walau ada beberapa anggota keluarga yang terpisah di Indonesia, mereka tetap bersyukur dapat merayakan hari kemenangan ini bersama staf KBRI dan keluarga yang ada di Pyongyang dalam suasana persaudaraan sambil menyantap makanan khas Indonesia.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pemberian bingkisan batik sebagai souvenir khas Indonesia kepada Duta Besar dan kepala perwakilan asing yang hadir. (rmol/zul)

Original Source

Topik Menarik