Loading...
Loading…
Rekam Jejak Tim Nanggala, Pasukan Kopassus yang Turut Menumpas Gerombolan KKB Lesmin Waker

Rekam Jejak Tim Nanggala, Pasukan Kopassus yang Turut Menumpas Gerombolan KKB Lesmin Waker

Nasional | inewsid | Sabtu, 15 Mei 2021 - 18:55

JAKARTA, iNews.id - Pasukan gabungan TNI/Polri menembak mati ajudan Komandan Pasukan Pintu Angin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua Lesmin Waker, Wandis Enimbo, Kamis (13/5/2021). Enimbo tewas dalam serbuan di Kampung Waloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Terdapat tiga pasukan elite TNI yang menerjang anggota gerombolan Lekagak Telenggen itu. Mereka yakni Tim Nanggala Kopassus, Yonif 500/Sikatan Kodam V/Brawijaya dan Satgas Pinang Sirih Kostrad. Mereka bersama tim Polri sejak awal memburu gerombolan teroris di Papua itu.

Betul, ada kontak tembak. Laporan yang saya terima dua KKB tewas dan sedang dilakukan pembersihan, kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, Kamis.

Keberhasilan pasukan TNI/Polri melumpuhan anggota gerombolan Lesmin Waker tak lepas dari peran tim Nanggala Korps Baret Merah.

Dalam sejarahnya, Nanggala merupakan pasukan kecil yang dibentuk Kopassus untuk terjun ke medan operasi. Pasukan ini berisikan tim intelijen dengan kemampuan telik sandi mumpuni.

Nanggala dilahirkan ketika Kopassus masih bernama Korps Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha). Ketika itu Danjen Kopassandha yakni Brigjen TNI (Purn) Raden Mohammad Yogie Suardi Memet (1975-1983).

Baca Juga :
Dua Anggota KKB Papua Tewas usai Baku Tembak dengan TNI-Polri

Yogie merasa perlu membentuk tim kecil dengan kemampuan intelijen hebat, namun tetap berkualifikasi para komando seperti bergerak cepat dan senyap di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, serta antiteror.

Tim kecil ini dinilai sangat penting terutama untuk mendeteksi dan memetakan kekuatan musuh. Informasi itu berguna untuk menentukan operasi tempur yang diterjunkan untuk menumpas lawan.

Nanggala telah diterjunkan dalam Operasi Seroja untuk merebut Timor Timur dari Fretilin. Melalui Surat Nomor St/253//1976-2 dan 3, Danjen Kopassandha Brigjen Yogie S Memet kembali memerintahkan penyiapan pasukan khusus Sandhi Yudha untuk terjun ke Operasi Seroja pasca-integrasi.

Tujuan Operasi ini untuk memburu dan menangkap pemimpin Fretilin atau Gerakan Pengacau Keamanan (GPK).

Menurut Gerry Van Klinken dalam buku Perang Kota Kecil terbitan 2007, keadaan musuh yang dihadapi oleh Nanggala saat itu berbeda dengan pertama kali menyerang Dili. Menurut dia, musuh kali ini lebih agresif dan jumlah musuh yang bertambah banyak.

Baca Juga :
Komandan KKB Lekagak Telenggen Ditembak Mati Personel Satgas Nemangkawi

Bertambahnya musuh itu dikarenakan rakyat-rakyat Timor-Timur yang kontra integrasi ke Indonesia memilih masuk kedalam pasukan Fretilin dan berjuang bersama untuk merdeka. Di sisi lain pola strategi Fretilin berbeda dari perang kota menjadi perang gerilya, kata Gerry, dikutip Dwi Surya Arifian, dalam jurnal yang diterbitkan Core. KKB Papua

Pada pelaksanaan operasi ini, Nanggala berhasil direbut wilayah Lebos, Soibada, Holpelec, Lela, Monte Matai, dan Komplek Hehinean. Di akhir masa tugas Nanggala diberikan perintah untuk melakukan operasi intel dan pengamanan teritorial.

Nanggala kini dilibatkan dalam operasi penumpasan KKB di Papua yang terus menebar teror. Nanggala bergerak dalam senyap, mendukung Operasi Pinang Sirih TNI serta Satgas Nemangkawi.

Original Source

Topik Menarik