Masuk Zona Merah, Warga Boja Terancam Tak Bisa Salat Idulfitri

ayosemarang | Nasional | Published at 07/05/2021 13:06
Masuk Zona Merah, Warga Boja Terancam Tak Bisa Salat Idulfitri

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19, warga muslim Kecamatan Boja, terancam tidak dapat melaksanakan Salat Idulfitri di masjid dan musala.

Hal ini setelah Pemkab Kendal tegas melarang darah dengan zona merah dan orange Covid-19 untuk menggelar salat Jamaah.

Dari data di Dinas Kesehatan, Kecamatan Kota Kendal sebagai satu di antara 20 kecamatan di Kendal yang masuk dalam zona merah. Saat ini total penderita Covid-19 di Boja ada sebanyak 32. Sesuai ketentuan satu daerah yang melebih 30 maka masuk kategori zona merah.

Larangan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda), Mohammad Toha yang diteruskan kepada para camat dan pemerintah desa menjelang Lebaran tiba. Larangan itu dimaksudkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang mulai meningkat kembali di Kendal.

Hanya saja, bagi wilayah zona kuning dan hijau Covid-19 berhak mengadakan salat Id di tempat ibadah umum. Tapi wajib mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menyediakan sarana cuci tangan, menjaga jarak minimal satu meter.

“Kapasitas jamaah maksimal 50% dari kuota,” tuturnya.

Satpol PP, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, desa dan petugas puskesmas akan bertugas melakukan monitoring pelaksanaan salat Id di masing-masing wilayah. Pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran (SE) menindaklanjuti arahan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

“Jadi masyarakat yang berada dalam zona merah dan oranye Covid-19 bisa melaksanakan ibadah salat Id di rumah masing-masing,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang tidak kedapatan tempat di masjid adanya pembatasan kapasitas jamaah, bisa mengusulkan tempat lain seperti lapangan untuk menunaikan salat Id bersama. Dengan catatan, wajib membatasi 50% kapasitas dan menerapkan protokol kesehatan.

Contoh di Kaliwungu sudah ada yang mengajukan Lapangan Brimob Kaliwungu Selatan.

“Misal kapasitas lapangan cukup 1.000 orang, ya maksimal hanya 500 orang saja, jelasnya.

Selain itu, Pemkab Kendal juga dengan tegas melarang adanya kegiatan takbir keliling di semua zona. Baik di daerah zona hijau sampai merah Covid-19 sekalipun, semua dilarang.

“Mohon kepada masyarakat tetap patuh pada aturan dan anjuran dengan melakukan kegiatan takbiran di musala atau masjid. Tentunya dengan protokol kesehatan,” imbuhnya

Artikel Asli