Stasiun Cikoya Kembali Beroperasi, Layani Perjalanan KRL

jawapos | Nasional | Published at 07/05/2021 13:00
Stasiun Cikoya Kembali Beroperasi, Layani Perjalanan KRL

JawaPos.com KAI Commuter mencatat, hingga Kamis (6/5) pukul 19.00 WIB, volume pengguna yang memanfaatkan layanan KRL mencapai 334.913 pengguna. Jumlah ini turun 6 persen dibanding sehari sebelumnya (5/5), yang pada waktu sama jumlahnya mencapai 354.487.

“Pengguna KRL didominasi oleh pengguna rutin, yaitu mereka yang memanfaatkan transportasi KRL untuk bekerja,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangannya, dikutip Jumat (7/5).

Ia menyebut, sejumlah stasiun dengan volume pengguna tertinggi antara lain Stasiun Tanah Abang (24.975 pengguna, tidak banyak berbeda dibanding hari sebelumnya), Stasiun Bogor (15.243 pengguna, turun 7 persen), dan Stasiun Depok Baru (12.753 pengguna, naik 5 persen).

Meskipun ada penurunan, KRL masih pilihan warga sebagai transportasi untuk pergi bekerja. Evaluasi dari segi jumlah dan kebutuhan pengguna juga telah KAI Commuter sampaikan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dimana KRL beroperasi.

Salah satu hasil evaluasi dan koordinasi lanjutan berbagai pihak terkait, mulai esok hari ini Stasiun Cikoya akan kembali melayani pengguna KRL. Stasiun Cikoya melayani para pengguna sesuai dengan jam operasional layanan KRL pada 6-17 Mei 2021 yaitu mulai 04:00 – 20:00 WIB.

“Selama masa larangan mudik lebaran ini KAI Commuter sebagai operator layanan KRL menjalankan aturan dari pemerintah pusat maupun daerah setempat mengenai pembatasan transportasi dan mobilitas masyarakat. Mari dukung upaya pemerintah di berbagai wilayah untuk menangani pandemi Covid-19, gunakan KRL hanya untuk keperluan yang benar-benar mendesak,” ungkapnya.

KAI Commuter juga tetap memberlakukan protokol kesehatan dalam melayani para pengguna yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh, setiap orang wajib menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan sebelum maupun sesudah menggunakan KRL.

“KAI Commuter memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna pada masa pembatasan mobilitas ini,” pungkasnya.

Artikel Asli