Polda Jateng Tangkap Pengedar Gula Oplosan dari Banyumas

ayosemarang | Nasional | Published at 07/05/2021 11:31
Polda Jateng Tangkap Pengedar Gula Oplosan dari Banyumas

BANYUMANIK, AYOSEMARANG.COM -- Polda Jateng menangkap pengedar gula putih oplosan yang terjadi di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Pelaku memiliki inisial HTS dan berusia 39 tahun.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan bagaimana kronologi penangkapan pengedar gula putih oplosan ini. Awalnya tindakan Polda Jateng sekitar bulan Januari  2021 mendapat laporan adanya peredaran gula kristal putih yang dioplos dengan gula kristal rafinasi di daerah Pekalongan.

Setelah diselidiki di Tegal dan Pekalongan, penyidik menemukan bahwa pengoplos ini memproduksi di wilayah Ajibarang Banyumas. Lokasinya di gudang toko mega yang beralamat di Desa Tidar Kidul RT 01/ RW02.

“Kami sidak ke lokasi pada 5 April 2021 kemarin,” tambah Ahmad Luthfi saat gelar perkara di kantor Ditreskrimsus, Rabu 5 Mei 2021.

AYO BACA : Tangkap 38 Tersangka Narkoba, Polrestabes Semarang Raih Peringkat Pertama Operasi Antik Candi 2021

Dalam penangkapan tersebut petugas menemukan Gula Kristal Rafinasi merek PT Andalan Furnindo dan Gula Kristal Putih merek Radja Gula dengan persentase 50%-50%. Oplosan ini kemudian dikemas menjadi Gula Kristal Putih Merk Radja Gula.

Ahmad Luthfi juga menerangkan jika setiap melakukan percampuran tersangka memproduksi sebanyak 20 ton. Harga jual yang dipatok yakni Rp10.800 per Kg.

“Dijual di toko sembako daerah Cilacap dan Tegal,” ujarnya.

Tersangka mendapat keuntungan Rp6 juta setiap melakukan percampuran. Pengoplosan dilakukan sekitar 4 sampai 6 kali perbulan.

AYO BACA : Cerita Pemudik Bisa Lolos dari Penyekatan di Kota Tegal

Saat ditangkap, petugas mengamankan berbagai alat produksi pengoplos gula seperti timbangan, mesin jahit, cangkul, sekop, dan ember. Kemudian bahan baku gula yang hendak dioplos dan diedarkan.

Dengan pelanggaran ini pelaku akan dijerat pasal 44 UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman penjara 5 tahun penjara.

Kemudian juga pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 8 Tahun 1999 tentang pelindungan konsmen. Ancaman penjara selama 5 tahun.

AYO BACA : 2 Polisi Terlibat Narkoba, Polda Jateng Langsung Pecat

Artikel Asli