Besok Diresmikan Jokowi, PSEL Benowo Mampu Hasilkan 9 Megawatt Dari 1.000 Ton Sampah Per Hari

rmol.id | Nasional | Published at 05/05/2021 10:54
Besok Diresmikan Jokowi, PSEL Benowo Mampu Hasilkan 9 Megawatt Dari 1.000 Ton Sampah Per Hari

RMOL.Jelang peresmian Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo oleh Presiden Joko Widodo, Kamis besok (6/5), Pemerintah Kota Surabaya terus mematangkan persiapan. Khususnya yang terkait dengan protokol kesehatan, secara peresmian ini dilakukan dalam kondisi pandemi Covid-19."Pak Presiden juga ingin melihat secara langsung, mulai dari market-nya. Kemudian ada penjelasan singkat terkait pengolahan sampah menjadi listrik ini, mungkin sebelum masuk ke area tenda atau tempat acara," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Anna Fajriatin, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (4/5).Setelah mendapat penjelasan singkat terkait PSEL Benowo, pihaknya kemudian mengajak Presiden menuju lantai 3 dan lantai 6. Di lantai 3, Presiden dapat melihat langsung bagaimana proses mesin bekerja mengolah sampah menjadi listrik. "Jadi proses mesinnya itu bagaimana, berapa jumlah tonase-nya, berapa jumlah listrik yang dihasilkan. Bisa kelihatan di dalam layar," ungkapnya.Bahkan, lanjut Anna, di lantai 3 Presiden juga dapat melihat langsung suasana di luar area PSEL. Seperti bagaimana dump truk bekerja mengangkut hingga menurunkan sampah ke waste pit, sebelum dimasukkan ke dalam mesin turbin untuk proses menghasilkan listrik."Nah, bagaimana caranya kita bisa melihat listrik itu. Jadi memang, di situ kan ada cerobong, kalau cerobongnya sudah berwarna putih itu berarti pembakarannya sempurna, dan itu menggunakan teknologi yang ramah lingkungan," jelasnya.Ia menambahkan, pembangunan PSEL Benowo yang dilakukan pemkot ini dimulai sejak 2012 dengan menggandeng PT Sumber Organik (SO). Saat itu proses mengolah sampah menjadi listrik masih menggunakan metode Landfill Gas Power Plant. "Dengan metode ini, PSEL mampu menghasilkan energi listrik 2 Megawatt dari 600 ton sampah per hari," paparnya.Seiring berjalannya waktu, pada 2015, pemkot yang bekerjasama dengan PT Sumber Organik ini mulai menggunakan metode Gasification Power Plantuntuk mengolah sampah menjadi listrik. Target awalnya, pada 2020 melalui metode ini sudah dapat mengolah sampah menjadi listrik. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, sehingga proses komisioning atau pengujian oleh tim ahli dari luar negeri terpaksa mundur."Alhamdulillah pada 10 Maret 2021 kemarin sudah proses. Jadi sudah bisa menghasilkan listrik 9 Megawatt dari setiap 1.000 ton sampah per hari," paparnya.Listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini kemudian menjadi kewenangan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebab, PT Sumber Organik yang bekerjasama dengan PLN terkait listrik yang dihasilkan tersebut. Sementara pemkot sendiri bekerjasama dengan PT Sumber Organik dengan konsep 'Bangun Guna Serah' (Built Operate and Transfer) selama 20 tahun."Jadi nanti tahun ke-20 atau pada 2032, semua (alat) ini menjadi milik pemkot dengan kondisi 85 persen. Artinya, mesinnya, semua peralatan pengolahan sampah ini dalam kondisi baik dan menghasilkan listrik dalam kondisi baik," pungkasnya. []

Artikel Asli