Stasiun Kiaracondong Bandung Mulai Dipadati Warga Jelang Larangan Mudik 2021

limapagi.com | Nasional | Published at 05/05/2021 09:15
Stasiun Kiaracondong Bandung Mulai Dipadati Warga Jelang Larangan Mudik 2021

LIMAPAGI – Ratusan pemudik mulai memadati Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung. Mereka memilih pergi ke kampung halaman sebelum aturan larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang mulai diberlakukan.

Berdasarkan pantauan Limapagi di lokasi, tampak sejumlah pemudik mulai berdatangan di Stasiun Kiaracondong pada pukul 19:00 WIB. Para penumpang ini hendak mudik dengan tujuan Jawa Tengah seperti berhenti di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta dan Stasiun Blitar Jawa Timur dengan jadwal keberangkatan pukul 22.00 WIB dan pukul 23.00 WIB.

Mereka datang lebih awal dari waktu keberangkatan dikarenakan harus mengikuti tes GeNose C19. Antrian pun tampak terlihat di loket keberangkatan dan di tempat tes GeNose C19. Tidak sedikit dari mereka yang terlihat membawa banyak bawaan, mulai dari koper hingga ransel.

Calon penumpang harus meniupkam udara ke sebuah plastik kemudian diserahkan ke petugas. Biaya tes Genose Rp30 ribu. Hingga pukul 22.00 WIB, antrian tes Genose sudah mencapai 700-an lebih.

Satu diantara Petugas Stasiun Kiaracondong, Narizal yang mengatur antrian tampak seperti kewalahan mengatur antrian karena penumpang yang antri hingga tidak menjaga jarak, sekalipun calon penumpang ini mengenakan masker.

“Dijaga jarak antriannya. Jika antriannya masih jauh tunggu di belakang,” ucap Narizal melalui pengeras suara di Stasiun Kiaracondong, Selasa 4 Mei 2021.

Bahkan, sesekali ia memperingatkan calon penumpang untuk menjaga jarak supaya tidak terjadi kerumunan.

“Tolong jangan berkerumun, jaga jaraknya. Yang nomor antriannya sudah dekat silahkan masuk antrian dan harus jaga jarak,” ucap dia.

Sementara itu, salah satu pemudik Nurfitriani mengatakan, iadan keluarga memilih mudik lebih dahulu daripada aturan larangan mudik. Hal itu terpaksa Ia lakukan lantaran sudah dua tahun tidak pernah mudik.

“Dua tahun kebelakang saya tidak mudik, pas tahun kemarin mudik dilarang, jadi tahun ini terpaksa memaksakan diri,” ungkapnya sambil tersenyum.

Senada dengan Nurfitriani, Reihan salah satu pemudik tujuan Yogyakarta mengungkapkan, Dia sudah sangat merindukan kampung halaman. Oleh karena itu, Dia dan keluarganya terpaksa tidak mengikuti aturan pemerintah terkait larangan mudik.

“Ya mau gimana lagi mas, saya cuma ingin pulang ketemu keluarga saja sudah,” tuturnya.

Artikel Asli