Dinsos: Kebanyakan Pengemis di Padang Berasal dari Luar Daerah

harianhaluan | Nasional | Published at 05/05/2021 10:01
Dinsos: Kebanyakan Pengemis di Padang Berasal dari Luar Daerah

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Terkait dengan banyaknya ditemukan pengemis dan gelandang di Jalan Sudirman tepatnya di depan kantor Gubernur Sumbar, Kepala Dinas Sosial Sumbar, Jumadi menyebutkan sesuai data dari dinas sosial kota Padang telah di data 74 orang tahun 2020. Kebanyakan yang melakukan kegiatan mengemis adalah pendatang dari luar kota padang.

"Hubungan sebab akibat juga datang dari masyarakat yang terlalu gampang memberi uang di jalanan sehingga mereka jadi keseringan," ujar Jumadi.

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Menanggapi maraknya pengemis tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Sumbar telah melakukan pemantauan pada Selasa (5/4/2021).

Ini bertujuan untuk menciptakan Sumbar, khususnya kota Padang bebas dari pengemis dan terciptanya kenyamanan bersama.

Menurut Kepala Satpol PP dan Damkar Sumbar, Dedy Diantolany, pengemis dan gelandangan tidak dibenarkan melakukan aktivitas di trotoar kantor Gubernuran di sepanjang Jalan Protokol Sudirman. Karena tidak ini menganggu keamanan dan ketertiban, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku, bagi yang tidak mengacuhkan dan bandel mereka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Dedy mengatakan akan melakukan pemantauan dan pengawasan awal serta sosialisasi kepada masyarakat yang tersangkut masalah yang menjadikan diri gelandangan dan pengemis untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang ketentuan perda.

"Satpol PP dan dinas sosial provinsi bersama kota Padang akan melaksanakan pengawasan langsung hari ini dimulai pada pukul 14:00 Wib tanggal 4 Mei 2020, langkah pertama dengan memberikan himbauan untuk tidak mengemis," ujarnya.

Dedy katakan penertiban ini sesuai perda nomor 5 tahun 2020 tentang ketentraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

"Perbuatan menjadikan diri gelandangan dan pengemis dapat diancam dengan pidana kurungan dan denda, serta masyarakat yang memberi kepada gelandang dan pengemis juga dapat diancam pidana," tegasnya. (*)

Artikel Asli