Fakta-fakta Menarik Terkait Finansial Pekerja atau Buruh di Perusahaan

limapagi.com | Nasional | Published at 05/05/2021 02:30
Fakta-fakta Menarik Terkait Finansial Pekerja atau Buruh di Perusahaan

LIMAPAGI – Buruh atau pekerja dalam suatu perusahaan kerap merasakan kesulitan dalam mengatur masalah finansial yang dialaminya. Adanya masalah pengeluaran yang tidak berimbang dengan pemasukan menjadi persoalan utama yang menghantui para pekerja atau buruh.

QM Financial selaku penyedia layanan pelatihan keuangan perusahaan memberikan beberapa fakta yang menarik untuk disimak berikut ini.

51 Persen Karyawan Merasa Penghasilannya Kurang

(Antara/Yusuf Nugroho) Pembagian THR untuk pekerja.

QM Financial memaparkan hasil survei yang dilakukan terhadap klien yang bekerja sama dengan lembaga penyedia tersebut. Survei itu dilakukan pada periode Januari 2021 yang melibatkan pekerja di perusahaan pertambangan, lembaga keuangan, institusi pendidikan, dan media digital service atau telekomunikasi.

Lead Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto, menyatakan dalam risetnya, sebanyak 51 persen karyawan merasa penghasilannya yang didapatnya kurang, sedangkan dari sisi Human Resource Departement (HRD), 42 persen ingin agar karyawan menjalani gaya hidup sesuai dengan penghasilan yang didapatkannya.

“Jadi ini sangat menarik ada yang merasa kurang, tapi dari HR juga ingin menjalani gaya hidup sesuai dengan penghasilan,” kata wanita yang akrab disapa Wina dalam diskusi virtual pada, Selasa, 4 Mei 2021.

Bedakan Biaya Hidup dan Gaya Hidup

(Pixabay/Jill Wilington) Ilustrasi gaya hidup.

Lead Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto mengatakan, para pekerja harus terlebih dahulu memahami perbedaan antara gaya hidup dan biaya hidup. Jika sudah dipahami, wanita yang akrab disapa Wina itu, menganjurkan untuk lebih mengutamakan biaya hidup ketimbang gaya hidup.

“Jadi sebenarnya kalau kita ingin membedakan gaya hidup dan biaya hidup tinggal mengecek saja kalau itu dicabut dari hidup kita pasti enggak enak, tapi bisa hidup atau tidak. Jadi seperti listrik, makan, itu sudah pasti masuknya biaya hidup. Tapi kalau kayak pergi nonton, ke cafe, makan di luar, ngopi-ngopi, kayaknya bisa dicabut,” kata Wina.

Kendati demikian, Wina memberikan batas maksimal penggunaan uang bulanan yang dapat dialokasikan ke gaya hidup. Batas yang dianjurkan oleh Wina, dalam satu bulan sebisa mungkin para pekerja mengeluarkan maksimal 20 persen pengeluaran gaya hidup.

Membebani Gaya dan Biaya Hidup dengan Meminjam

(Pixabay/Mohamad Trilaksno) Ilustrasi uang Tunjangan Hari Raya atau THR.

Wina melihat adanya persoalan lain yang kerap kali ditemui oleh pekerja. Adanya kecenderungan untuk membebani gaya hidup dan biaya hidup dengan cara mengutang, menjadi kendala yang biasa ditemui pada setiap pekerja atau karyawan perusahaan. Untuk itu, Wina merasa hal itu harus segera diatasi, agar pengeluaran dapat dimanfaatkan untuk hal-hal perencanaan di masa yang akan datang.

“Ada orang yang ngutang untuk gaya hidup, ada juga orang yang ngutang di biaya hidup, kalau yang ini sudah seram, sudah mencapai level akut. Karena untuk makan saja dia harus ngutang. Kalau yang gaya hidup ini biasanya soal adiksi dipotong begitu saja tidak mudah, tapi memang kadang butuh intervensi dari orang di sekitarnya. Jadi memang harus yang diingatkan,” ucapnya.

Lima Pos Pengeluaran Bulanan yang Harus Diketahui Pekerja/Buruh

(Pixabay/Mohamad Trilaksono) Ilustrasi uang Rupiah.

Lead Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto, membeberkan beberapa pos pengeluaran bulanan yang harus diketahui oleh semua orang, khususnya mereka yang berstatus pekerja di suatu perusahaan.

“Lima Pos itu terdiri dari cicilan utang, kemudian pengeluaran biaya hidup kita sehari-hari yang rutin itu apa saja, habis itu menabung dan investasi, kemudian pengeluaran sosial atau tolong menolong, terakhir gaya hidup,” jelasnya.

Jika kelima pos pengeluaran tersebut dikuasai seorang pekerja atau karyawan, lanjutnya, diharapkan orang tersebut mampu mengatur pengeluaran dari pendapatan yang rutin diterima setiap bulannya.

Artikel Asli