Berulah Lagi, KKB Papua Bakar Puskesmas hingga Sekolah

limapagi.com | Nasional | Published at 05/05/2021 04:07
Berulah Lagi, KKB Papua Bakar Puskesmas hingga Sekolah

LIMAPAGI – Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulah dengan merusak sejumlah fasilitas.

Fasilitas bangunan yang dirusak antara lain lima ruang kelas di Gedung SD Mayubwri, rumah dinas guru, dan gedung puskesmas lama yang digunakan masyarakat sebagai kios sementara.

“Fasilitas jalan yang dirusak Jembatan Kimak, Jalan Tagaloa, dan Jalan Wuloni Pintu Angin,” ungkap Kamal lewat keterangan tertulisnya yang diterima Limapagi.com, Selasa, 4 Mei 2021.

Kamal menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika Kepala Distrik Ilaga Utara Joni Elatotagam melaporkan adanya pembakaran yang terjadi pada Minggu, 2 Mei 2021 pada pukul 22.30 WIT.

“Adapun keterangan yang didapat dari Bapak Joni Elatotagam yakni, pada saat berada di Kampung Uloni Distrik Ilaga Kabupaten Puncak melihat kumpulan asap hitam tebal yang berasal dari Kampung Mayuber sekitar Pukul 23.00 WIT,” ucapnya.

Sehari setelah kejadian tersebut, Joni Elatotagam kembali mendapat telepon dari saksi kedua, bahwa Gedung SD Mayuberi dibakar oleh KKB.

“Bapak Joni Elatotagam mengambil langkah yaitu pada hari Senin, 3 Mei 2021 mendatangi Polres Puncak untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisan,” ujar Kamal.

Joni, kata Kamal, menyampaikan ada tiga titik yaitu Jalan Kimak, Jalan Tagaloa, dan Jalan Wuloni Pintu Angin dirusak KKB. Selain itu, informasi yang didapati, jalan tersebut digali dengan kedalaman 25-40 Cm.

Pengerusakan tersebut menurut Joni, kemungkinan bertepatan dengan waktu pembakaran Gedung Puskesmas dan Gedung SD Nayuberi.

Selain itu, banyak simpatisan KKB yang ikut membakar gedung dan merusak fasilitas jalan.

“Saat kelompok pertama melakukan pembakaran puskesmas dan dilanjutkan membakar SD Mayuberi, kelompok lain bertugas merusak tiga titik Jalan Mayuberi, Jalan Kimak, Jalan Wuloni. Dan kelompok yang bersenjata berada di pinggir jalan mengamankan simpatisan yang bekerja merusak fasilitas umum tersebut,” tutur Kamal.

Dilansir dari Antara , Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan, pasca-terjadi kasus pembunuhan dua guru yang bertugas di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada 8 dan 9 April 2021, aparat TNI dan Polri dikirim ke Beoga.

Mereka dikerahkan untuk memulihkan keamanan, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap pelaku penembakan dua guru tersebut.

Selain ke Beoga, pasukan gabungan TNI dan Polri juga dikirim ke Ilaga untuk menyekat ibu kota Kabupaten Puncak itu dari gangguan KKB.

Mathius mengultimatum kelompok teroris bersenjata di Papua itu untuk menghentikan segala bentuk tindak kekerasan.

Artikel Asli