Tips Mengelola Uang THR agar Tak Habis Sia-Sia

limapagi.com | Nasional | Published at 05/05/2021 05:30
Tips Mengelola Uang THR agar Tak Habis Sia-Sia

LIMAPAGI – Pengelolaan uang Tunjangan Hari Raya (THR) saat pandemi harus dilakukan secara cermat dan bijaksana. Dalam hal ini, alokasi pada pengeluaran besar tahunan perlu dilakukan, agar dana yang ada tak habis sia-sia.

Perencana Keuangan One Shield Consulting, Budi Rahardjo, mengatakan ada baiknya mengalokasikan sebagian dana THR untuk pengeluaran besar tahunan lainnya.

“Pengeluaran besar tahunan seperti uang sekolah anak, pembayaran pajak tahunan, atau premi asuransi tahunan,” kata dia saat dihubungi Limapagi.com, Rabu, 5 Mei 2021.

Selain itu, jika masih ada kelebihan dana bisa digunakan untuk menambah tabungan dana darurat atau investasi.

“Namun, jika dana tersebut sudah habis, sah-sah saja digunakan untuk dikonsumsi karena memang itulah fungsi uang THR,” imbuhnya.

Kendati demikian, dana ini sebaiknya juga diletakkan dalam rekening yang terpisah, agar mudah dikontrol penggunaannya.

“Ini juga mencegah kebocoran halus keuangan, jika dicampur dengan rekening pengeluaran rutin bulanan,” imbuhnya.

Selain itu, kata dia, jangan lupa untuk melakukan pencatatan kembali pengeluaran selama hari raya sebagai acuan pengeluaran hari raya tahun depan.

Hal lain yang juga harus diperhatikan, menurut Budi, adalah fleksibel dan mampu menyesuaikan, apabila ternyata ada perubahan dana THR tahun ini dibandingkan tahun lalu.

“Misalnya, apabila terjadi pemotongan jumlah THR maka kita juga harus bersedia untuk menyesuaikan pengeluaran hari raya agar jangan sampai besar pasak daripada tiang yang akhirnya membuat keuangan kita berantakan. Inilah pentingnya menyusun anggaran hari raya sesuai dengan prioritas kebutuhan,” kata Budi.

Bagaimanapun, lanjut dia, masyarakat harus punya rencana anggaran pengeluaran hari raya. Sebab, pengeluaran hari raya adalah jenis pengeluaran yang dapat direncanakan, terutama bagi yang sudah memiliki pola-pola pengeluaran di tahun-tahun sebelumnya.

Pada umumnya pengeluaran saat hari raya dapat meliputi pengeluaran rutin bulanan, pengeluaran konsumsi hari raya meliputi bingkisan lebaran dan baju baru serta hadiah, pengeluaran zakat baik mal dan fitrah, serta sedekah dan bantuan orang tua. Selain itu, THR Asisten Rumah Tangga, dan pengeluaran besar hari raya lainnya seperti persiapan mudik, rekreasi dan angpau.

“Saat ini mungkin aktivitas mudik tidak diperkenankan oleh pemerintah, maka bisa saja pengeluaran mudik dialokasikan untuk pengeluaran besar lainnya, misalnya untuk biaya kurban saat Idul Adha,” ujar dia.

Artikel Asli