70-80 Pegawai Tak Lolos Wawancara, Mantan Pimpinan KPK Sebut Pembusukan di KPK Semakin Degil dan Bengis

radartegal | Nasional | Published at 05/05/2021 09:00
70-80 Pegawai Tak Lolos Wawancara, Mantan Pimpinan KPK Sebut Pembusukan di KPK Semakin Degil dan Bengis

Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto atau BW mengomentari kabar puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lulus tes seleksi alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Ia menilai para pegawai yang berintegritas justru tengah berupaya disingkirkan. "Pembusukan di KPK makin degil dan bengis. Insan terbaik di KPK tengah disingkirkan," kata BW dalam keterangannya, Selasa (4/5).

Ia memandang, para pegawai yang menegakkan marwah KPK kini disingkirkan dengan alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN). Hal ini merupakan dampak dari berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

"Mereka yang terbukti menegakkan marwah KPK dihabisi," ujar BW.

Dirinya menduga, para pegawai KPK yang dikabarkan tidak lulus tes menjadi ASN itu sedang menangani perkara-perkara korupsi besar. Dirinya menyesalkan munculnya informasi puluhan pegawai yang tak lulus tes menjadi ASN.

Dirinya berujar, para pegawai KPK justru diadang oleh kebijakan absurd di ujung Ramadan. Padahal, kata dia, mereka yang tak lolos ini tengah menangani sejumlah perkara besar di KPK.

"Apakah ini, salah satu misi dan sasaran penghancuran KPK?" cetus BW.

Menurutnya, disingkarkannya para pegawai yang berintegritas itu merupakan proses pembusukan KPK yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur, mulai dari revisi UU KPK, pemilihan pimpinan KPK yang kontroversial, hingga peralihan status pegawai KPK menjadi ASN.

"Keseluruhan proses itu ada di periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Inikah legacy 'terbaik' yang akan ditinggalkan beliau untuk diingat sepanjang masa? Saya belum terlalu yakin, tapi banyak fakta yang tak terbantahkan atas sinyal itu," tandas BW.

Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan. "(sekitar) 70-80 enggak lolos," ucap sumber KPK.

Adapun nama-nama besar yang dikabarkan diberhentikan dari KPK antara lain penyidik senior KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Herry Muryanto, Direktur Direktur Pembinaan Jaringan Kerja antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono, seluruh kasatgas dari internal KPK, seluruh pengurus inti WP, serta puluhan pegawai KPK yang berintegritas. (riz/zul/fin)

Artikel Asli