Larangan Mudik Lebaran, Jumlah Pemudik di Pelabuhan Merak Turun Drastis

beritasatu | Nasional | Published at 05/05/2021 07:05
Larangan Mudik Lebaran, Jumlah Pemudik di Pelabuhan Merak Turun Drastis

Merak, Beritasatu.com - Menjelang larangan mudik Lebaran yang berlaku mulai besok, Kamis (6/5/2021), PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Merak mencatat telah menyeberangkan 218.982 orang penumpang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan pada periode H-15 sampai H-9 atau 4 Mei 2021 menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Manajer Usaha Pelabuhan Heru Wahyono, Rabu, mengatakan penumpang pemudik Lebaran 2021 menurun drastis dibandingkan dua tahun lalu akibat merebaknya penyebaran pandemi Covid-19.

Pemerintah memutuskan meniadakan libur panjang untuk perjalanan mudik lebaran 2021. Keputusan ini berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat.

Saat ini, jumlah penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan dari H-15 sampai H-9 atau 4 Mei 2021 tercatat 218.982 orang. Dari 218.982 orang terdiri dari penumpang pejalan kaki 12.267 orang dan penumpang di atas kendaraan 206.715 orang.

Kebanyakan penumpang pemudik itu bertujuan menuju berbagai daerah di Provinsi Bandarlampung dan mereka dari wilayah Jabotabek.

"Kami mengapresiasi penyeberangan berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan penumpang maupun antrean kendaraan," katanya menjelaskan.

Ia juga mengatakan, kendaraan yang diseberangkan menuju Pelabuhan Bakauheni itu tercatat 44.347 unit terdiri dari roda empat 24.485 unit, roda dua 1.888 unit dan truk 17.974 unit.

Kendaraan yang diseberangkan menuju Pelabuhan Bakauheni juga menurun drastis dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

"Kami memastikan penumpang pemudik tahun 2021 menurun karena masih ada pandemi Corona itu," katanya.

Sementara itu, sejumlah pemudik mengaku bahwa mereka pulang lebih awal karena khawatir diberlakukan pelarangan mudik oleh pemerintah guna memutus mata rantai penularan.

Pelarangan mudik itu mulai tanggal 6 Mei 2021,sehingga lebih nyaman mudik pada H-9.

"Kami mudik ke kampung halaman cukup sederhana akibat dampak pandemi Covid-19,sehingga usahanya di Tangerang mengalami penurunan omzet," kata Mulyadi saat ditemui di Pelabuhan Merak.

Artikel Asli