Arab Saudi dan Iran tak Mungkin Segera Normalisasi Hubungan

republika | Nasional | Published at 05/05/2021 05:12
Arab Saudi dan Iran tak Mungkin Segera Normalisasi Hubungan

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Pakar politik mengatakan kemungkinan normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Iran sangat kecil terjadi dalam jangka pendek karena perbedaan yang signifikan.

Pekan lalu, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan Iran adalah negara tetangga dan Saudi bercita-cita memiliki hubungan yang baik dan terhormat dengannya.

"Kami ingin Iran yang sejahtera dan memiliki kepentingan bersama satu sama lain, tetapi masalah kami adalah tindakan negatif mereka, seperti program nuklirnya atau dukungan untuk milisi terlarang di kawasan itu, atau program rudal balistiknya," kata bin Salman kepada Al Arabiya TV.

“Kami bekerja dengan mitra kami untuk mengatasi masalah ini, dan kami berharap dapat mengatasinya dan memiliki hubungan yang baik dan positif dengan semua orang," tambah dia.

Sementara bin Salman tidak membagikan perincian lebih lanjut, harian Inggris The Financial Times baru-baru ini melaporkan bahwa delegasi Saudi dan Iran bertemu di ibu kota Irak, Baghdad, pada 9 April.

Menurut laporan itu, pertemuan tersebut ditujukan untuk meredakan ketegangan antara rival regional. Serangan terhadap Arab Saudi oleh pemberontak Houthi Yaman juga menjadi bagian dari diskusi.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Prof Cengiz Tomar, wakil kepala Universitas Turki-Kazakh Internasional Ahmet Yesevi, mengatakan putra mahkota Saudi mengungkapkan perubahan kebijakan yang signifikan.

Mencatat bahwa kebijakan Presiden AS Joe Biden telah memengaruhi Timur Tengah secara signifikan, Tomar menekankan bahwa konvergensi Mesir dan Turki adalah contoh terbaik.

Tomar mengatakan putra mahkota Saudi tidak hanya berbicara tentang meningkatkan hubungan dengan Iran tetapi juga fokus dalam pidatonya untuk menghilangkan ekstremisme di kerajaan.

Artikel Asli