Ini 6 Pertimbangan Pimpinan KPK Belum Mengumumkan Hasil Tes Novel Baswedan dkk

beritasatu | Nasional | Published at 05/05/2021 00:09
Ini 6 Pertimbangan Pimpinan KPK Belum Mengumumkan Hasil Tes Novel Baswedan dkk

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri blak-blakan menyebut enam alasan mengapa pengumuman hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) para personel KPK tidak segera diumumkan sesaat setelah hasilnya diterima lembaga antirasuah tersebut.

Sebanyak 1.349 pegawai KPK mengikuti TWK dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tes tersebut sebagai syarat peralihan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Hasil tes asesmen TWK dari BKN itu sudah diterima KPK pada 27 April 2021 namun sampai sekarang belum diumumkan hingga muncul kabar bahwa puluhan pegawai tidak lolos tes, salah satu nama yang disebut-sebut adalah Novel Baswedan.

Penyidik senior Novel Baswedan pun menyatakan bahwa dirinya sudah mendengar kabar bakal tak lolos asesmen TWK. "Iya benar, saya dengar informasi tersebut," kata Novel Beswedan saat dikonfirmasi awak media, Selasa (4/5/2021).

Berbagai spekulasi mucul. Indonesia Corruption Watch (ICW) bahkan menuding TWK telah dirancang sejak awal untuk tidak meloloskan Novel Baswedan Cs masuk dan bekerja di KPK.

Salah satu pertanyaan yag mengemuka dalam spekulasi ini adalah mengapa hasil tes yang sudah diterima KPK pada 27 April 2021 tidak diumumkan pada hari berikutnya? Apakah ada kesengajaan menutupinya karena ada agenda dari pimpinan KPK?

Novel Baswedan.

Mendapat pertanyaan ini, Firli Bahuri menyatakan terima kasih. Ia pun memberikan jawaban lugas, seperti yang ditermia Beritasatu.com , Selasa (4/5/2021) malam.

“Kami sampaikan kepada rekan-rekan bahwa hasil TWK KPK terima tanggal 27 April 2021 dari BKN. Tetapi tentu, kami tidak bisa mengumumkan dengan segera,” kata Firli Bahuri.

Pertimbangan tidak mengumumkan segera setelah menerima, adalah sebagai berikut:

Pertama , pembukaan hasil TWK perlu dihadiri oleh pimpinan lengkap, serta seluruh pejabat struktural KPK.

Kedua , KPK mengumumkan hasil TWK setelah Sekjen KPK melaporkan hasilnya ke pimpinan karena ada proses yang harus ditindaklanjuti pasca-menerima hasil, walaupun hal itu merupaakan teknis kepegawaian di bawah tanggung jawab Sekjen KPK.

“Jadi sampai sekarang hasil tes wawasan kebangsaan itu belum dibuka dan masih disegel, di lemari besi,” Fili menambahkan.

Ketiga , penundaan pengumuman menjadi penting karena adanya gugatan judicial review atas UU Nomor 19/2019 tentang KPK di MK yg sedang berproses di MK dan baru hari ini dibacakan keputusannya.

Menurut Filri, tentu KPK harus menunggu putusan MK. Apa pun isi putusan MK terkait gugatan itu pasti memiliki konsekuensi kepada KPK.

Keempat , sifat kepemimpinan KPK adalah kolektif kolegial. Semua keputusan diambil secara bulat dan tanggung jawab bersama. Keputusan KPK tidak diambil dengan keputusan individu pimpinan apalagi ada pemaksaan kehendak.

Kelima , Firli menyatakan pihaknya sangat berhati-hati dalam pengambilan keputusan karena harus taat dan tunduk pada segala peraturan perundang-undangan serta melaksanakannya selurus-lurusnya.

Keenam , KPK dalam melaksanakan tugas didasarkan atas perintah hukum dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Artikel Asli