Munarman Kaitkan Paul Zhang dan Hilangnya KH Hasyim Asyhari

Nasional | republika | Published at Kamis, 22 April 2021 - 13:05
Munarman Kaitkan Paul Zhang dan Hilangnya KH Hasyim Asyhari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eks Sekertaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menanggapi pernyataan youtubers Jozeph Paul Zhang yang menuai kontroversi. Munarman menduga Jozeph merupakan agen Pemerintah China yang tujuannya memecah belah masyarakat.

Munarman mengamati Jozeph dalam setiap pernyataannya bukan saja anti Islam, tapi terlihat anti agama. Sikap seperti ini menurutnya dekat dengan prinsip komunis.
"Perlu diinvestigasi secara serius, jangan-jangan memang mahluk itu agen proxy dari Partai Komunis China yang saat ini sangat kuat pengaruhnya dan menunjukkan eksistensinya," kata Munarman kepada Republika, Kamis (22/4).
Munarman menyebut watak asli kaum komunis sebenarnya anti dengan semua agama. Hanya saja, mereka masih menyelimuti dalam retorikanya seolah bertuhan.
"Lihat saja pembelaan dari mahluk itu (Jozeph) terhadap PKI dan menyalahkan NU," ujar Munarman.
Munarman menduga aksi Jozeph sudah direncanakan matang. Menurutnya, kemunculan Jozeph hanya salah satu proxy untuk tahap awal atau test the water. Ia juga menganggap aksi Jozeph berhubungan dengan hilangnya pendiri NU dalam kamus sejarah Indonesia garapan Kemendikbud.
"Karena harus juga dilihat dan dirangkai dengan propaganda untuk test the water itu, yaitu dihilangkannya peran tokoh-tokoh NU dari Kamus Sejarah Indonesia. Dua hal itu menurut analisis saya berhubungan erat, hanya para proxynya memang tidak saling koordinasi, karena mereka bekerja dalam kompartemen yang berbeda," jelas Munarman.
Munarman menilai strategi yang digunakan Jozeph mirip masa-masa menjelang G30S/PKI. Munarman merinci awalnya Masyumi dibubarkan, lalu HMI tiap hari diserang baik fisik maupun demonstrasi minta dibubarkan,
"Lalu ketika PKI sudah merasa kuat dulu itu, mulai menyerang pondok pondok pesantren dan ulama-ulama, lalu langsung konfrontasi dengan warga NU di desa-desa," ucap Munarman.
"Nah sekarang mahluk bernama Zhang itu sudah mulai juga menyerang nyerang NU termasuk tokoh tokohnya," pungkas Munarman.
Jozeph Paul Zhang kembali memantik kontroversi setelah mengaku sebagai nabi ke-26 bagi umat Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW, belum lama ini. Pemilik Shindy Paul Soerjomoelyonopernah membuat pernyataan mengejutkan yang terkesan membela Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dibubarkan Jenderal Soeharto pada 1965.
Dalam cuplikan video Zoom yang viral di Tiktok, Twitter, dan tersebar di grup Whatsapp, Jozeph menggugat alasan PKI dilabeli jahat oleh masyarakat. Joseph Paul Zhang justru menuding NU membantai tiga juta anggota PKI.
Artikel Asli