Peringati Hari Bumi, SD Kristen 1 YSKI Ajak Siswa Makin Peduli Lingkungan

Nasional | ayosemarang | Published at Kamis, 22 April 2021 - 13:11
Peringati Hari Bumi, SD Kristen 1 YSKI Ajak Siswa  Makin Peduli Lingkungan

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Memperingati hari bumi sedunia atau Earth Day yang jatuh pada 22 April, SD Kristen 1 YSKI Semarang menggelar acara bertajuk "Im Defender of The Earth". Pada kegiatan ini siswa-siswinya lebih peduli dengan lingkungan.

Lebih kurang 180 peserta diajak peduli dan sadar tentang isu yang terkait dengan bumi seperti pemanasan global, pembakaran hutan, dan sebagainya. Peserta merupakan siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6.

"Mengingat masih dalam masa pandemi, kami adakan acara ini melalui virtual atau dengan aplikasi  Zoom. Kami berharap anak-anak bisa menjadi 'pahlawan' di lingkungannya masing-masing ," kata Ketua panitia kegiatan, Mona Trisna Ningrum didampingi Waka Kesiswaan, Wahyuni Budiastuti di kampus Jl Kompol Maksum Semarang, Kamis  22 April 2021.

AYO BACA : Siswa YSKI 1 Semarang Kampanye Anti Sampah Plastik

Pada kegiatan ini, siswa juga dibekali pengetahuan dan praktik bertanam serta berkebun dengan metode "Self Watering Pot Planter". Self watering merupakan salah satu cara berkebun yang memungkinkan hemat air. Dengan teknik ini, tanaman tidak perlu disiram setiap hari.

"Jadi cukup 3-4 hari sekali mengisi bagian penampung airnya. Kebetulan tanaman yang kita gunakan yaitu biji tomat," ujarnya.

Media tanam yang digunakan botol bekas air mineral. Botol ini dipotong menjadi dua bagian. Lalu, bagian tutup diberi lubang dan tali.

AYO BACA : Siswa SD YSKI Punguti Sampah di Lingkungan Sekitar Sekolah

Selanjutnya botol diisi dengan tanah dan ditumpuk atau disusun secara vertikal. Sedangkan bagian bawah diisi dengan air.

"Siswa tidak hanya kami ajari teori saja, melainkan juga praktik. Anak-anak juga kami minta untuk mengamati perkembangan tanamannya selama tiga bulan. Dari sekian yang ditanam, ada berapa biji yang tumbuh," jelasnya.

Ia berharap, dengan kegiatan itu siswa-siswi bisa mempraktikannya secara mandiri di linkungan atau tempat tinggal masing-masing. "Dari hal kecil ini diharapkan bisa menjadi kebiasaan positif ke depannya," imbuhnya.

Selain itu, sekolah juga nengadakan kompetisi atau lomba membuat komik. Panitia membagi beberapa kategori, yakni kategori kelas 1-2, kelas 3-4 dan kelas 5-6. *

AYO BACA : Pembelajaran Toleransi di Lingkungan Sekolah Terintegrasi dengan Kurikulum Pendidikan

Artikel Asli