Atasi Masalah RSUD KLU dengan Audit

Nasional | lombokpost | Published at Kamis, 22 April 2021 - 13:06
Atasi Masalah RSUD KLU dengan Audit

TANJUNG -Pemda Lombok Utara bakal melakukan audit penggunaan anggaran di RSUD Lombok Utara. Hal ini mengingat ada banyak temuan di rumah sakit tersebut. Pemda berencana menyiapkan tim independen.

”Saya ingin mengaudit detail RSUD ini seperti di PDAM,” ujar Pj Sekda Lombok Utara H Raden Nurjati, (21/4).

Dia sudah menyampaikan perihal audit pada direktur rumah sakit sejak lama. Hanya saja saat itu belum ada anggaran prioritas untuk melakukan audit. Sebab jika tanpa anggaran, pihaknya cukup kesulitan untuk memulai. Terlebih dengan kondisi saat ini yang mempengaruhi keuangan daerah.

”Mungkin kalau di RSUD ini (terlihat, Red) mulus, tapi ini banyak kekurangannya,” sambung dia.

Selepas audir, akan jelas langkah apa yang diperlukan. Selain itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bisa melihat persoalan apa saja di sana.

”Jika permasalahan dibiarkan, akan parah nantinya jika sampai tidak bisa melakukan pelayanan maksimal,” kata Nurjati.

Selain BPKP, tim independen juga akan dilibatkan. Tim audit independen yang digunakan ini sudah terdaftar resmi di kementerian. Penggunaan tim independen dilakukan agar proses audit berlangsung tanpa intervensi pihak manapun.

Belum lama ini dirinya mendapatkan informasi adanya pasien yang harus membeli obat di luar, lantaran RSUD kehabisan stok. Hal ini dirasa sangat miris mengingat pelayanan untuk masyarakat harus maksimal.

”Jangan sampai masyarakat harus beraksi dulu baru kita tangani,” tegas dia.

DPRD Lombok Utara juga nantinya bisa menindaklanjuti hasil audit. Audit tersebut merupakan petunjuk dari pusat. Yakni seperti apa pola penggunaan anggaran, sistem pengelolaan, dan penataan keuangannya.

Rencana audit tersebut mendapat dukungan penuh DPRD Lombok Utara. Ketua Komisi III DPRD Lombok Utara Artadi menduga anggaran di RSUD sengaja dibuat banyak proyek. Selain itu pelayanan yang diberikan dirasa sangat kurang maksimal.

”Oknum-oknum hanya berpikir kesejahteraan sendiri,” kata dia.

Artadi mengatakan, RSUD mengelola dana BLUD. Namun justru tidak bisa menganggarkan pengamanan dan penembokan. Sehingga cukup banyak anjing berkeliaran masuk ke lingkungan RSUD tersebut.

”Kami sangat mendukung pemda untuk mengaudit keuangan RSUD ini,” tegas dia.

Pihaknya juga sempat mendengar aspirasi beberapa staf RSUD. Mereka mengeluh terkait dana operasional, terutama tentang pembagian jaspel (jasa pelayanan). Pembagian jaspel antara staf dan pejabat tidak sesuai.

”Kalau bisa, masukan kita pada bupati untuk segera merapikan RSUD ini,” cetus dia.

”Dulu bahkan kami minta supaya Dirut RSUD diganti saja, karena kita melihat banyak sekali permasalahan di RSUD ini,” beber politisi Gerindra itu.

Selain audit keuangan, pihaknya juga meminta evaluasi menyeluruh. Terutama memeriksa kebutuhan tenaga yang layak untuk rumah sakit tersebut. Hal ini mengingat adanya kabar jika beberapa waktu lalu banyak oknum pejabat yang memasukkan keluarganya di sana.

”Jangan jadikan RSUD untuk ajang bagi-bagi paket proyek. RSUD ini penghasil PAD, masak menggaji dokter spesialis saja sangat kecil,” pungkas dia. (fer/r9)

Artikel Asli